Sumbardaily.com - Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Demokrat Sumatera Barat (Sumbar) dimanfaatkan sebagai momentum memperkuat konsolidasi internal menghadapi dinamika politik ke depan. Forum tersebut mengusung semangat menyatukan seluruh elemen partai agar bergerak dalam satu arah demi merebut kemenangan.
Musda ke-V melalui Musdalub Partai Demokrat Sumbar digelar pada 24 Juli 2026 di Kota Padang. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD, DPC, anggota Fraksi DPRD Provinsi Sumbar, hingga anggota Fraksi DPRD Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat.
Ketua Penyelenggara Musda V Partai Demokrat Sumbar melalui Musdalub, Ari Prima mengatakan, pelaksanaan Musda menjadi wadah untuk memperkuat semangat perjuangan seluruh kader di bawah satu tujuan yang sama.
"Ada satu pelajaran hidup yang kita pelajari, kita tidak bisa memilih dari rahim mana dilahirkan dan dimana dilahirkan, namun kita bisa memilih berjuang di mana. Hari ini, kita dipilih untuk berbuat kebaikan dan berjuang di Partai Demokrat," katanya.
Pada Musda kali ini, panitia mengangkat tema "Konsolidasi Demokrat: Rapatkan Barisan, Bangun Kekuatan, Rebut Kemenangan." Tema tersebut diharapkan menjadi semangat bersama dalam memperkuat organisasi.
Ari Prima menegaskan seluruh kader Demokrat Sumbar harus tetap solid agar setiap keputusan yang dihasilkan dalam Musda dapat membawa manfaat bagi organisasi.
"Harapan kita bersama, semoga Musda ke-V ini berjalan lancar, sukses, aman, tertib dan menghasilkan keputusan strategis yang bermanfaat."
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, menilai percepatan pelaksanaan Musda dilakukan sebagai bagian dari strategi konsolidasi internal.
Menurutnya, langkah tersebut juga mengikuti dinamika politik nasional karena partai politik lain lebih dahulu menggelar agenda serupa.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan survei terpercaya, kinerja Ketua Umum Partai Demokrat yang juga Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memperoleh respons positif dan memuaskan dari masyarakat.
Menurut Mulyadi, Musda bukan sekadar agenda lima tahunan organisasi. Forum tersebut menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi perjalanan partai sekaligus menyusun langkah menghadapi tantangan politik pada masa mendatang.
Ia mengingatkan agar tema Musda tidak berhenti sebagai slogan semata. Seluruh kader diminta menghilangkan sekat-sekat kelompok kecil dan mengutamakan kepentingan partai di atas kepentingan pribadi.
"Saya meminta kepada seluruh kader untuk melakukan perbuatan tak etis. Di sinilah pentingnya konsolidasi. Kemenangan bisa diraih jika semua kader bergerak di irama yang sama," ucapnya.
Mulyadi juga mengingatkan bahwa perjalanan politik tidak selalu berada dalam situasi yang menguntungkan. Menurutnya, partai besar adalah partai yang mampu tetap tenang ketika menghadapi tekanan maupun berbagai dinamika politik.
Ia menegaskan Partai Demokrat memastikan memiliki pilot terbaik hingga tingkat daerah demi mewujudkan cita-cita partai.
Menurutnya, Demokrat merupakan anak kandung reformasi sehingga kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan alat perjuangan untuk kepentingan masyarakat.
Karena itu, ia menekankan tidak boleh ada ego pribadi maupun perpecahan di dalam tubuh partai. Menurutnya, masyarakat tidak menunggu konflik internal selesai, melainkan menunggu kerja nyata yang dapat dirasakan langsung.
Selain itu, Mulyadi juga mengajak seluruh kader melakukan evaluasi secara jujur terhadap hasil Pemilu 2024.
Ia menilai dinamika Pemilihan Presiden turut memengaruhi hasil Pemilu Legislatif, termasuk menjadi tantangan tersendiri bagi Partai Demokrat di Sumbar.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan pesan agar seluruh kader membangun kekuatan mulai dari diri sendiri.
Menurutnya, setiap kader harus mampu menjadi duta yang menghadirkan solusi bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.
AHY juga mendorong kader Demokrat membangun komunikasi dengan seluruh lapisan masyarakat. Ia menilai masyarakat Sumatera Barat dikenal cerdas dan kritis sehingga pendekatan yang dilakukan harus rasional, namun tetap mengedepankan empati.
Menurut AHY, kekuatan Partai Demokrat akan ditentukan oleh besarnya kontribusi kader di tengah masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader menjadikan Musda V Partai Demokrat melalui Musdalub sebagai titik awal memperkuat organisasi demi meraih kemenangan.
"Mari rebut kemenangan, kemenangan sesungguhnya adalah jika masyarakat benar-benar memberikan kesempatan agar Demokrat berbuat lebih luas," imbuhnya. (*)
















