6.615 Anak tak Sekolah di Padang, Pemko Kejar Nol Persen Dalam Empat Tahun

6.615 Anak tak Sekolah di Padang, Pemko Kejar Nol Persen Dalam Empat Tahun

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis (11/9/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Sumbardaily.com - Pemerintah Kota (Pemko) Padang menargetkan penurunan drastis angka Anak Tidak Sekolah (ATS) hingga mencapai nol persen dalam empat tahun ke depan. Target ambisius ini menjadi perhatian serius, mengingat masih ribuan anak di kota tersebut belum mengakses pendidikan.

Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir menegaskan, penanganan Anak Tidak Sekolah di Padang tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar setiap anak benar-benar terdata dan mendapatkan akses pendidikan yang layak.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pencegahan serta Penanganan ATS se-Kota Padang di Exhibition Hall Lantai I Gedung Bagindo Aziz Chan Youth Center, Kamis (16/4/2026) siang.

Dihimpun dari Pusat Data dan Informasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 1 April 2026, jumlah Anak Tidak Sekolah di Padang tercatat sebanyak 6.615 anak. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak.

“Penurunan ini harus terus kami dorong secara bertahap. Targetnya jelas, dalam empat tahun ke depan Kota Padang mampu mencapai nol persen ATS. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik keluarga, masyarakat, maupun institusi pendidikan,” katanya.

Maigus menilai, salah satu tantangan utama dalam penanganan ATS adalah akurasi data. Karena itu, ia menekankan pentingnya kejelasan alamat anak, alur pelaporan yang sistematis, serta sinkronisasi data yang dilakukan secara berkelanjutan.

Menurutnya, tanpa data yang valid dan terintegrasi, upaya intervensi akan sulit tepat sasaran. Oleh karena itu, koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) perlu diperkuat, termasuk melibatkan BKKBN dan instansi terkait lainnya.

Selain itu, Pemko Padang juga mendorong solusi alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat mengakses pendidikan formal. Pemerintah membuka peluang melalui jalur pendidikan nonformal seperti paket A, B, dan C.

“Arahan Wali Kota Padang jelas, tidak ada anak yang terlepas dari akses pendidikan. Jika tidak bisa masuk sekolah formal, arahkan ke pendidikan nonformal seperti paket A, B atau C. Yang penting, mereka tetap mendapatkan hak pendidikan dan tidak dibiarkan putus begitu saja,” katanya.

Upaya menekan angka Anak Tidak Sekolah juga diperkuat melalui berbagai program unggulan (Progul) pemerintah daerah.

Program seperti Padang Juara dan Smart Surau dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan karakter yang kuat.

Di sisi lain, dukungan konkret juga diberikan kepada keluarga kurang mampu. Pemko Padang menyediakan bantuan berupa seragam sekolah dan Lembar Kerja Siswa (LKS) secara gratis, guna meringankan beban ekonomi sekaligus mendorong anak tetap bersekolah. (*)

Baca Juga

Penyerahan bantuan tanggap darurat kepada lansia sakit Zainimar di Kelurahan Air Pacah, Padang.
Lansia Sakit di Air Pacah Dapat Bantuan Tanggap Darurat dari Pemko Padang
Wali Kota Padang Fadly Amran menghadiri puncak HUT RI ke-81 warga Jalan Jawa Gadut Limau Manis.
Pesan Fadly Amran ke Warga Jawa Gadut Padang: Jaga Persatuan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dua wisatawan asal Jerman menikmati suasana kawasan Kota Tua di Padang sambil mengunjungi destinasi wisata bersejarah dan ikon kota.
Dibutuhkan Ketegasan Pemko yang Persuasif untuk Menjadikan Padang Destinasi Global yang Digemari Wisman
LPPM Unand bersama Pemerintah Kota Padang dan Karang Taruna membahas program SKATSU Satu Karang Taruna Satu Usaha di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang.
LPPM Unand Gandeng Karang Taruna Padang Kembangkan Usaha Produktif-Sektor Kuliner, Tiru Konsep Kampus Berdampak
Martina atau Uni Tina berdiri di tempat usahanya sambil memperlihatkan Lamang Tapai Uni Tina dengan berbagai varian kuliner tradisional Minangkabau di Kota Padang.
Malamang Basamo Padang tak Cuma Soal Makanan, Ada Budaya dan Adat yang Ingin Dibawa Mendunia
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade membahas percepatan pembangunan SPAM Palukahan.
Andre Rosiade Kawal SPAM Palukahan Padang, 8.000 Meter Persegi Lahan Masih Dicari