Sumbardaily.com, Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran rumah makan yang terjadi di Jalan Berok Raya Nomor 37, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Sabtu (21/6/2025).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap warga terdampak bencana kebakaran.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB menghanguskan sebuah bangunan rumah makan bernama Ampera Uni milik Darmen (35).
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 350 juta.
Api turut mengancam tiga bangunan lain di sekitarnya, yakni Toko Minang Camp, Toko Pangkas Rambut Sahabat, serta satu rumah hunian yang ditinggali dua kepala keluarga dengan enam jiwa.
Sebagai langkah cepat penanganan pasca kebakaran, BPBD Kota Padang melalui Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) menyerahkan bantuan berupa dua kotak family kit kepada korban.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi kejadian, didampingi pihak kelurahan dan petugas BPBD Kota Padang.
"Kami hadir untuk memastikan korban kebakaran mendapatkan bantuan darurat dan dukungan awal pasca kejadian. Ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami dalam penanggulangan bencana di Kota Padang,” kata salah satu perwakilan BPBD Kota Padang, Hariza Riko.
Respons Cepat
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menginstruksikan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) untuk segera mendistribusikan bantuan setelah laporan diterima dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB). Langkah ini menjadi bagian dari upaya sinergi antara pemerintah kota, lembaga kebencanaan, dan masyarakat.
Selain penyerahan family kit, BPBD juga mencatat dampak kebakaran secara rinci. Bangunan yang terbakar merupakan bangunan permanen seluas 150 meter persegi.
Tidak ada warga yang mengungsi, namun penghuni rumah makan terdampak langsung oleh kejadian tersebut.
Dalam kejadian ini, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang turut berperan penting.
Laporan masuk pada pukul 11.45 WIB, dan dalam satu menit, unit damkar langsung bergerak ke lokasi. Enam unit armada pemadam diterjunkan bersama 75 personel. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.23 WIB.
Meskipun api cukup besar, upaya pemadaman yang cepat berhasil mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain.
Diperkirakan, aset senilai sekitar Rp700 juta berhasil diselamatkan. Tiga bangunan di sekitar lokasi kejadian hanya terancam, namun tidak mengalami kerusakan berat.
Saksi mata, Rifka Putri Handayani (36), seorang dosen yang tengah melintas di lokasi, menjadi orang pertama yang melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Damkar. Laporan cepat ini turut berkontribusi pada keberhasilan penanganan kebakaran.
Laporan resmi BPBD Kota Padang disampaikan melalui kanal informasi resmi dan didukung penuh oleh layanan Call Center Padang Sigap 112.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan kejadian darurat dapat menghubungi (0751) 778775 atau melalui WhatsApp di nomor 0858-9152-2181.
Penanganan kejadian ini menunjukkan bahwa koordinasi antar instansi di Kota Padang berjalan dengan baik.
"Penyaluran bantuan dari BPBD juga menjadi simbol kepedulian pemerintah terhadap korban kebakaran, terutama pelaku usaha kecil seperti pemilik rumah makan yang kini harus memulai kembali dari awal," tutur Hendri. (red)
















