Sumbardaily.com, Padang - Peristiwa mencekam terjadi di kawasan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (20/4/2025) sore.
Jenazah seorang pria lansia berusia 68 tahun ditemukan dalam kondisi membusuk di rumahnya di Komplek Salingka II Bungo Pasang.
Penemuan mayat tersebut bermula dari kecurigaan para penyewa kontrakan yang sudah beberapa hari tidak melihat pemilik rumah beraktivitas. Korban diketahui bernama Beni Chandra (68), seorang pria keturunan Tionghoa.
Menurut keterangan yang dihimpun, korban diketahui telah menderita stroke selama lebih dari tiga tahun dan tinggal seorang diri di rumahnya setelah bercerai dengan istrinya.
Andri (18) dan Arumi (19), dua orang mahasiswa yang mengontrak di rumah korban, mulai curiga setelah tidak melihat korban keluar rumah selama tiga hari berturut-turut.
Mereka kemudian memutuskan untuk memeriksa kamar korban yang berada di belakang kontrakan mereka.
"Saat kami mencoba mengecek kamarnya, tercium bau menyengat seperti bangkai dan banyak lalat berterbangan di sekitar pintu rumah," kata Andri saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.
Karena situasi mencurigakan tersebut, kedua mahasiswa ini langsung menghubungi Fadil Mulia Ramadhan (28), putra korban yang beralamat di Bandar Lurus, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Setelah Fadil tiba di lokasi, pintu kamar korban dibuka. Pemandangan mengenaskan pun terlihat saat itu.
Beni Chandra ditemukan dalam posisi terlentang di atas tempat tidur dengan kondisi tubuh sudah menghitam dan mengeluarkan aroma busuk yang menyengat, menandakan bahwa korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Bungo Pasang, Polsek Koto Tangah.
Petugas kepolisian yang dipimpin oleh Perwira Pengawas (Pawas), Ipda Ridwan kemudian mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan awal.
"Jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berupa visum et repertum guna menentukan penyebab kematian," kata Kapolsek Koto Tangah, Kompol Afrino.
Polisi telah mengambil beberapa tindakan pengamanan TKP, mencatat keterangan saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti yang ada di lokasi.
Meski demikian, hingga berita ini dirampungkan, belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban, namun dugaan sementara Beni meninggal akibat sakit yang dideritanya.
Peristiwa ini, kata Afrino, mengingatkan kembali pentingnya perhatian terhadap lansia yang tinggal sendirian, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan khusus.
"Keberadaan sistem dukungan sosial dan pemantauan rutin dari keluarga maupun tetangga dapat menjadi upaya preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya.
Kasus penemuan mayat di Koto Tangah, saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kasus ini.
"Informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini akan disampaikan setelah hasil pemeriksaan forensik diperoleh. Pihak keluarga korban juga belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait rencana pemakaman jenazah," imbuhnya. (red)
















