Sumbardaily.com, Padang Panjang – Pergerakan harga bahan pokok strategis di Kota Padang Panjang menunjukkan dinamika yang menggembirakan pada pekan ketiga Mei 2025. Dari total sembilan komoditas yang dipantau, tujuh di antaranya mengalami penurunan harga yang cukup berarti.
Analis Perekonomian dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kota Padang Panjang, Chandra Erfiko, dalam paparannya pada Minggu (25/5/2025), menyampaikan bahwa komoditas cabai merah mengalami koreksi harga cukup dalam dengan penurunan sebesar Rp5.033 per kilogram.
"Nilai jual cabai merah saat ini berada di level Rp32.634 per kilogram, turun dari posisi sebelumnya yang mencapai Rp37.667 per kilogram," ungkap Chandra Erfiko dalam laporannya.
Penurunan harga tidak hanya terjadi pada cabai merah saja. Komoditas cabai hijau juga mencatat deflasi sebesar Rp2.334 per kilogram, dari nilai sebelumnya Rp36.667 menjadi Rp34.333 per kilogram pada periode yang sama.
Bumbu dapur lainnya, bawang merah, turut mengalami penyesuaian harga ke arah yang lebih terjangkau dengan penurunan Rp2.833 per kilogram. Harga bawang merah kini berada di posisi Rp33.817 per kilogram, turun dari level Rp36.650 per kilogram sebelumnya.
Komoditas bawang putih juga ikut dalam tren penurunan dengan selisih Rp1.017 per kilogram, dari Rp39.334 menjadi Rp38.317 per kilogram. Sementara itu, protein hewani berupa telur ayam ras mengalami penurunan Rp667 per kilogram, dari Rp28.284 menjadi Rp27.617 per kilogram.
Penurunan paling signifikan terjadi pada komoditas seledri yang mengalami koreksi harga hingga Rp10.000 per kilogram. Sayuran aromatik ini kini dijual dengan harga Rp15.000 per kilogram, turun drastis dari harga sebelumnya yang mencapai Rp25.000 per kilogram.
Minyak goreng kemasan sederhana juga turut dalam gelombang penurunan dengan selisih Rp334 per kilogram, dari Rp17.667 menjadi Rp17.333 per kilogram.
"Terdapat tujuh komoditas yang mengalami penurunan nilai pada minggu ketiga Mei 2025 ini, sementara dua komoditas lainnya mencatat kenaikan harga," terang Chandra.
Dua komoditas yang mengalami kenaikan adalah tepung terigu merek Cakra yang naik Rp333 per kilogram dari Rp14.000 menjadi Rp14.333 per kilogram. Selain itu, ikan kembung mengalami kenaikan Rp10.000 per kilogram, dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.
"Kenaikan pada kedua komoditas tersebut relatif tidak signifikan dan diperkirakan tidak akan memberikan dampak negatif terhadap daya beli masyarakat," jelas Chandra.
Untuk komoditas-komoditas utama lainnya, kondisi harga menunjukkan stabilitas yang baik. Beras kualitas premium tetap berada di harga Rp16.167 per kilogram, beras kualitas menengah Rp15.167 per kilogram, dan beras kualitas ekonomis Rp14.500 per kilogram.
Gula pasir mempertahankan harga Rp19.000 per kilogram, sedangkan tepung terigu Segitiga Biru stabil di level Rp13.000 per kilogram. Daging sapi tetap dijual dengan harga Rp141.667 per kilogram.
Untuk kategori daging ayam kampung, harga bervariasi berdasarkan ukuran. Ayam kampung berukuran besar dijual Rp90.000 per kilogram, ukuran sedang Rp80.000 per kilogram, dan ukuran kecil Rp70.000 per kilogram.
"Telur ayam kampung bertahan di harga Rp53.667 per kilogram, cabai rawit Rp25.000 per kilogram, bawang daun Rp10.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp19.333 per liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp22.667 per liter," papar Chandra.
Data harga yang dirilis merupakan hasil kompilasi dari survei lapangan langsung yang dilakukan secara koordinatif antara Dinas Pangan dan Pertanian dengan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM. Informasi lengkap mengenai perkembangan harga kebutuhan pokok dapat diakses melalui platform digital resmi di https://info-pangan.padangpanjang.go.id/.
Kondisi deflasi pada mayoritas komoditas pangan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi daya beli masyarakat Padang Panjang, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi lokal di tengah dinamika perekonomian nasional. (red)
















