Sumbardaily.com, Padang - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang mengerahkan tim penyelamat untuk menghadapi situasi darurat di Sungai Bangek, Lubuk Minturun, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Minggu (27/4/2025).
Tujuh orang warga dilaporkan terjebak di lokasi tersebut akibat peningkatan debit air sungai setelah hujan deras.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat sekelompok warga pergi mandi di aliran Sungai Bangek pada pukul 16.05 WIB.
Kondisi cuaca yang tidak bersahabat dengan intensitas hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis, sehingga ketujuh orang tersebut tidak bisa kembali pulang dan terjebak di lokasi.
Informasi tentang kejadian ini disampaikan oleh salah satu korban bernama Dion melalui sambungan telepon pada pukul 19.20 WIB.
Segera setelah menerima laporan tersebut, Tim SAR Padang bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
"Tim kami berangkat menuju lokasi kejadian pukul 19.30 WIB dengan mengerahkan enam personil terlatih," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.
Lokasi kejadian berada pada koordinat 0°48'21.20"S - 100°22'11.9"E, dengan jarak lurus sekitar 4,91 kilometer dari Kantor SAR Padang.
Sementara jarak tempuh melalui jalur darat mencapai 8,8 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar satu jam, mengarah ke timur dari markas.
Dalam operasi penyelamatan ini, Tim SAR Padang membekali diri dengan berbagai peralatan pendukung untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.
Peralatan yang digunakan antara lain kendaraan rescue double cabin, peralatan SAR hart, peralatan SAR air, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta peralatan SAR pendukung lainnya.
"Kami mengerahkan seluruh peralatan yang diperlukan mengingat lokasi kejadian berada di aliran sungai dengan kondisi debit air yang tinggi. Tim kami dilatih khusus untuk menghadapi situasi semacam ini," katanya.
Hingga berita ini dirampungkan, operasi penyelamatan masih berlangsung dan terus dipantau perkembangannya.
"Kami akan memberikan informasi lanjutan terkait kondisi ketujuh korban yang terjebak tersebut," katanya.
Abdul Malik juga mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca, terutama saat beraktivitas di sekitar aliran sungai.
"Peningkatan debit air akibat hujan deras bisa terjadi secara cepat dan tidak terduga, yang berpotensi membahayakan keselamatan," katanya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat, katanya, dapat menghubungi Kantor SAR Padang melalui nomor darurat nasional 115, telepon (0751) 484534, atau nomor seluler 0813-7700-0115.
Informasi lebih lanjut tentang Kantor SAR Padang dapat diakses melalui laman resmi http://padang.basarnas.go.id atau akun Instagram @sarpadang_.
"Kantor SAR Kelas A Padang beralamat di Jalan By Pass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, dan siap melayani masyarakat dalam situasi darurat selama 24 jam," pungkasnya. (red)
















