Sumbardaily.com – Sebuah terobosan ilmiah menggemparkan dunia astronomi ketika tim peneliti dari Warsaw University of Technology, Polandia, mengumumkan rencana ambisius untuk menumbuhkan pohon pertama di Planet Mars.
Gagasan revolusioner ini dipaparkan oleh Profesor Robert Olszewski dalam presentasinya pada konferensi "Astrobiology and the Future of Life Meeting" yang berlangsung di Lunar Planetary Institute, Houston, Texas, mulai Rabu (16/10/2024) hingga Jumat (18/10/2024).
Bersama timnya, Olszewski melakukan penelitian mendalam mengenai dinamika energi di permukaan Mars, termasuk mekanisme pengangkutan panas melalui sirkulasi atmosfer dan interaksi pertukaran panas dengan lapisan bawah permukaan.
Studi ini mengungkapkan bahwa pertumbuhan pohon di Mars dimungkinkan dengan syarat adanya peningkatan suhu yang didukung oleh ketersediaan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah signifikan.
"Di sini kami mengimplementasikan model dasar untuk menganalisis efek rumah kaca yang dihasilkan dari peningkatan CO2, dikombinasikan dengan sistem pemanasan rumah kaca artifisial," ungkap Olszewski, seperti dilansir Space pada Minggu (3/11/2024).
Dalam upaya mewujudkan pertumbuhan pohon di Mars, tim peneliti memusatkan perhatian pada faktor suhu sebagai variabel fundamental yang mengendalikan siklus CO2 dan proses pembentukan air. Analisis mereka memanfaatkan data suhu dan tekanan yang diperoleh dari misi pendaratan Viking pada tahun 1976.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan pohon, suhu di Mars perlu ditingkatkan beberapa puluh derajat, sementara fluktuasi diurnal—perubahan suhu permukaan antara siang dan malam—harus ditekan hingga level yang jauh lebih rendah.
Olszewski menekankan pentingnya periode tanam minimal selama 110 sol, atau hari Mars, untuk memastikan keberhasilan pertumbuhan pohon.
Perlu dicatat bahwa durasi waktu di Mars berbeda dengan Bumi, di mana satu sol setara dengan 24 jam, 37 menit, dan 22 detik. Berdasarkan observasi di Bumi, pohon-pohon dengan ketinggian maksimal umumnya ditemukan di kawasan tropis yang mendapat paparan panas ekuator.
"Dengan pola tersebut, kami memproyeksikan bahwa kawasan ekuator Mars akan menjadi lokasi ideal untuk penanaman pohon pertama," jelas Olszewski.
Karakteristik orbit Mars yang memiliki penyimpangan relatif besar menciptakan kondisi unik di bagian selatan planet, khususnya di Cekungan Hellas, dengan musim panas yang relatif hangat dan berkepanjangan.
Periode orbit Mars yang mencapai 1,9 tahun Bumi menghasilkan musim panas yang lebih panjang dibandingkan Bumi.
"Hasil analisis kami mengindikasikan bahwa kawasan berelevasi rendah di Cekungan Hellas menyediakan kondisi optimal pertama yang dapat mendukung pertumbuhan pohon," kata Olszewski menyimpulkan temuannya.
Penelitian terobosan ini membuka perspektif baru dalam upaya terraforming Mars dan menjadi langkah awal yang menjanjikan menuju kolonisasi Planet Merah di masa depan. (red)
















