Sumbardaily.com, Padang Panjang – Aktivitas terminal bayangan angkutan umum jurusan Padang Panjang–Bukittinggi yang selama ini beroperasi di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bukit Surungan ditertibkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang. Penertiban ini dilakukan pada Jumat (20/6/2025) sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib, nyaman, dan aman.
Keberadaan terminal bayangan selama ini dinilai mengganggu ketertiban umum, menimbulkan kemacetan, serta merusak estetika ruang kota. Oleh karena itu, Pemko Padang Panjang mengambil langkah strategis dengan mengalihkan titik keberangkatan dan kedatangan angkutan umum ke lokasi resmi yang lebih representatif, yaitu di kawasan Pasar Kuliner Jalan Barder Johan.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa penertiban ini bukan dimaksudkan untuk mematikan mata pencaharian para sopir, melainkan untuk menata ulang sistem transportasi agar lebih tertib dan mendukung wajah kota yang bersih serta berdaya saing.
"Penataan ini bagian dari komitmen kita membangun kota yang ramah wisata dan berkelanjutan. Kota ini milik bersama, dan keteraturan adalah fondasi kemajuannya," ujar Hendri.
Ia juga mengimbau semua pihak, termasuk para pengemudi angkutan umum, untuk mendukung langkah tersebut demi kebaikan bersama. Menurutnya, transportasi publik yang tertata tidak hanya menguntungkan pengguna jasa, tetapi juga mendukung kelancaran lalu lintas dan aktivitas ekonomi di pusat kota.
Penertiban terminal bayangan ini mendapat respons positif dari sejumlah pengemudi yang sebelumnya mangkal di Jalan Soekarno Hatta. Mereka menyatakan kesediaan untuk berpindah ke lokasi baru yang telah ditetapkan dan menyambut baik niat baik pemerintah untuk menciptakan kenyamanan bersama.
Kebijakan ini turut disosialisasikan oleh Dinas Perhubungan Padang Panjang secara persuasif dan humanis. Kepala Dinas Perhubungan Pelaksana Harian (Plh), Harry Rizka Perdana, memastikan pihaknya akan terus mendampingi para pengemudi dalam masa transisi.
"Pendekatannya kita lakukan dengan humanis dan edukatif. Ini bukan sekadar penertiban, tapi juga pembenahan menyeluruh demi kepentingan semua pihak," ujarnya. (red)
















