Sumbardaily.com, Padang – Manajemen Semen Padang FC tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memperkuat fondasi klub menjelang kompetisi Liga 1. Salah satu agenda utama adalah rencana kenaikan harga tiket pertandingan kandang serta renovasi Stadion GOR Haji Agus Salim Padang yang akan segera direalisasikan.
Penasihat tim Semen Padang FC, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa evaluasi menyeluruh terhadap aspek pendanaan klub telah menjadi perhatian serius manajemen. Dalam acara Akamsi yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sport Corner baru-baru ini, Andre menyebutkan bahwa selama ini keuangan klub belum sepenuhnya sehat, bahkan kerap mengalami defisit dari penjualan tiket.
"Saya baru tahu laporan keuangan Semen Padang FC selalu nombok. Pertandingan kandang kami ternyata merugi. Harga tiket saat ini masih seperti era ISL, bahkan ada yang Rp25.000. Bandingkan dengan klub lain seperti Malut United yang sudah menjual tiket Rp200.000," ujar Andre yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI.
Menurutnya, sebagai klub profesional, Semen Padang FC tidak bisa hanya bergantung pada sponsor. Klub harus memiliki strategi pemasukan lain yang dapat menunjang keberlangsungan operasional, termasuk melalui penjualan tiket, merchandise, serta hak siar pertandingan.
"Selama ini hampir 99 persen pendapatan klub berasal dari sponsor, dan sebagian besar saya yang cari. Tapi klub profesional itu harusnya dapat pemasukan dari tiket, merchandise, hak siar, lalu sponsor. Jadi ke depan kita akan benahi semua sektor ini," katanya.
Andre mengakui bahwa keputusan menaikkan harga tiket tidaklah mudah. Namun langkah ini dianggap penting agar klub tidak terus-menerus menutup kerugian dengan subsidi internal.
"Mohon maaf kepada seluruh suporter Semen Padang. Tahun depan harga tiket akan dinaikkan, tapi tetap dalam kisaran yang realistis. Tidak akan membebani suporter, namun cukup untuk membantu keuangan klub," ujarnya.
Ia memperkirakan bahwa jika strategi optimalisasi pendapatan dari tiket dan merchandise berjalan dengan baik, klub bisa mengantongi pemasukan hingga Rp52 miliar. Target pendapatan tahunan klub sendiri ditetapkan sebesar Rp70 miliar.
"Kalau strategi ini berhasil, potensi pemasukan dari sektor ini cukup signifikan. Kita juga sudah punya apparel sendiri, sistem ticketing sedang kita benahi. Semoga suporter bisa memahami arah kebijakan ini," ujar Andre.
Renovasi Stadion Didukung Presiden
Tak hanya soal tiket, manajemen Semen Padang FC juga tengah menanti realisasi renovasi Stadion GOR Haji Agus Salim Padang. Menurut Andre, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan lampu hijau untuk perbaikan infrastruktur stadion yang menjadi markas Kabau Sirah itu.
"Presiden Prabowo sudah menyetujui rencana renovasi stadion. Administrasi kemungkinan rampung Juli ini, dan September renovasi bisa dimulai," ucap Andre.
Rencana ini menjadi kabar baik bagi Semen Padang FC dan pendukungnya. Namun, Andre juga menginformasikan bahwa selama proses renovasi berlangsung, tim berpeluang menjadi tim musafir dalam gelaran Liga 1 musim ini.
"Kemungkinan besar kita tidak bisa berkandang di Padang musim ini. Tapi kami yakin, di mana pun kami bertanding, suporter Minang akan tetap hadir dan memberikan dukungan," katanya optimistis.
Dengan sejumlah langkah tersebut, Andre menegaskan bahwa manajemen berkomitmen membangun Semen Padang FC sebagai klub yang sehat secara finansial, kompetitif di dalam lapangan, serta profesional dalam pengelolaan bisnis sepak bola. (red)














