Sumbardaily.com, Padang – Poses penerimaan siswa baru jenjang SMA, SMK, dan SLB melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) daring tahun ajaran 2025/2026 di seluruh wilayah Sumatera Barat (Sumbar) resmi dimulai. Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Pendidikan telah membuka akses pendaftaran secara online melalui situs spmb.sumbarprov.go.id sejak 9 Juni 2025.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk menjamin akses pendidikan menengah yang merata dan inklusif. Total daya tampung yang disediakan mencapai 99.074 kursi, tersebar di 337 sekolah negeri, yang terdiri dari 227 SMA dan 110 SMK di seluruh kabupaten dan kota.
"Ini merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah menengah yang tertinggal," ujar Barlius, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya, untuk jenjang SMA, terdapat 1.653 rombongan belajar (rombel) dengan total kapasitas 60.890 murid. Sedangkan SMK menyediakan 1.052 rombel dengan kuota 38.184 siswa. Sebaran sekolah ini telah disesuaikan dengan peta kebutuhan pendidikan di tiap daerah serta mempertimbangkan distribusi demografis dan kelulusan tingkat SMP/MTs.
Tahapan Pendaftaran dan Jalur Seleksi
Pendaftaran dilakukan secara bertahap berdasarkan jalur penerimaan. Untuk jenjang SMA, pendaftaran dimulai dari jalur afirmasi dan mutasi: 23–27 Juni 2025, jalur prestasi 28 Juni–3 Juli 2025, dan jalur domisili 4–9 Juli 2025.
Sementara untuk jenjang SMK, seleksi dilaksanakan dalam dua tahap hingga 12 Juli 2025, mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.
Barlius menambahkan bahwa mekanisme pilihan sekolah juga telah diatur dengan cermat. Calon peserta didik jenjang SMA hanya diperbolehkan memilih satu sekolah, sedangkan untuk SMK, peserta memiliki fleksibilitas memilih dua konsentrasi keahlian di satu sekolah atau masing-masing satu konsentrasi di dua sekolah berbeda.
"Kebijakan ini memberikan ruang bagi siswa untuk memilih sesuai minat, tanpa mengabaikan prinsip keadilan dalam seleksi," jelas Barlius.
Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan
Tak hanya memfasilitasi wilayah perkotaan, Disdik Sumbar juga memastikan bahwa proses SPMB menjangkau wilayah dengan keterbatasan jaringan internet, seperti di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Untuk daerah-daerah tersebut, pemerintah menyediakan mekanisme khusus agar proses pendaftaran tetap bisa diikuti.
Langkah ini menunjukkan perhatian serius pemerintah dalam menjamin pemerataan akses pendidikan, sekaligus mendukung program strategis Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di seluruh penjuru Sumbar.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, Disdik Sumbar berharap proses SPMB SMA-SMK 2025 dapat berjalan lancar dan tepat sasaran. Masyarakat diminta untuk mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh sumber yang tidak dapat diverifikasi. (red)
















