Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini cuaca ini disampaikan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Minangkabau sebagai langkah antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem.
Informasi tersebut berdasarkan pembaruan resmi BMKG Minangkabau pada Minggu (11/1/2026), pukul 09.00 WIB. Dalam rilis tersebut, BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat, khususnya pada periode 11 hingga 12 Januari 2026, yang dinilai memiliki potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Sumbar.
Pada Minggu, 11 Januari 2026, BMKG menetapkan status Waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa daerah. Wilayah yang masuk dalam daftar kewaspadaan meliputi Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dharmasraya, serta wilayah sekitarnya. Intensitas hujan yang meningkat diperkirakan dapat berdampak pada kelancaran aktivitas masyarakat, terutama di kawasan yang dikenal rawan banjir dan longsor.
Kondisi tersebut diproyeksikan masih berlanjut pada Senin, 12 Januari 2026. Pada hari tersebut, BMKG Minangkabau kembali mengeluarkan peringatan dini cuaca kategori Waspada. Wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat mencakup Lima Puluh Kota, Solok Selatan, dan daerah sekitarnya. BMKG mengimbau warga untuk tetap waspada karena perubahan cuaca dapat terjadi secara cepat dan tidak menentu.
Berbeda dengan dua hari sebelumnya, pada Selasa, 13 Januari 2026, BMKG menyatakan kondisi cuaca di Sumatera Barat berada pada kategori Nihil. Artinya, pada hari tersebut tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem yang dikeluarkan untuk wilayah Sumbar.
BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa status Waspada menandakan adanya potensi hujan yang dapat menimbulkan dampak terhadap aktivitas harian masyarakat. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dinilai penting, terutama bagi warga yang bermukim di daerah aliran sungai, wilayah perbukitan, serta kawasan yang rawan terhadap bencana hidrometeorologi. (pooke)
















