Sumbardaily.com, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus melakukan upaya pemulihan lahan pertanian pascabencana banjir bandang. Tercatat sebanyak 8,3 hektar lahan pertanian telah berhasil ditanami kembali melalui program optimasi lahan yang dilakukan secara komprehensif.
Camat Rambatan, Roza Melfita, mengungkapkan bahwa proses penanaman lahan tersebut tersebar di dua jorong, yakni Jorong Pabalutan dan Jorong Panti Nagari Rambatan. Sebanyak 7,5 hektar berlokasi di Jorong Pabalutan, dengan melibatkan lima kelompok tani dalam proses pengerjaannya.
Di Jorong Pabalutan, Kelompok Tani Sawah Taruko menggarap 2,5 hektar secara swadaya. Sementara Kelompok Tani Pasir Lantak Jaya mengelola 4 hektar dengan kombinasi penggunaan alat berat dan swadaya petani. Kelompok Tani Pulau Indah turut berkontribusi dengan 1 hektar lahan.
Di Jorong Panti Nagari Rambatan, dua kelompok tani lainnya ikut berpartisipasi. Kelompok Tani Ganang Patra menggarap 0,5 hektar secara swadaya, sedangkan Kelompok Tani Sawah Taba mengelola 0,3 hektar dengan bantuan alat berat dari pemerintah.
"Penanaman disesuaikan dengan kondisi lahan. Wilayah dengan sumber mata air memadai akan ditanami padi, sementara lahan dengan keterbatasan air akan ditanami jagung terlebih dahulu," jelas Roza Melfita.
Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar, Sri Mulyani, menambahkan bahwa optimasi lahan dilakukan melalui kerja sama dengan Kodim 0307 Tanah Datar. Tujuan utamanya memulihkan produktivitas lahan sawah yang terdampak bencana banjir bandang.
Data dari Dinas Pertanian Tanah Datar menunjukkan skala optimasi yang cukup luas. Sebanyak 335 hektar lahan tersebar di 14 kecamatan telah terverifikasi dan dikategorikan dalam kondisi kritis. Upaya pemulihan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan pascabencana.
Melalui program ini, diharapkan petani di Tanah Datar dapat segera memulihkan mata pencaharian dan produktivitas lahan pertanian mereka setelah mengalami dampak berat dari banjir bandang. (red)
















