Sumbardaily.com, Padang – Kota Padang kini memiliki ruang baru yang menjembatani kenangan masa lalu dengan generasi kini yakni Museum dan Galeri Arsip Statis Kota Padang. Resmi dibuka, meseum ini menghadirkan sejarah dan kebudayaan dalam balutan bangunan bersejarah peninggalan masa Hindia Belanda.
Diresmikan oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Padang, Andree H Algamar, pada Sabtu (7/12/2024), museum ini langsung menarik perhatian masyarakat. Dalam dua hari pertama pembukaan, lebih dari 300 pengunjung telah mengunjungi lokasi bersejarah ini.
Kenangan yang Hidup
Arma (60), salah seorang pengunjung, tampak terpesona saat menjelajahi lantai dua Balai Kota Lama Padang. Foto-foto lawas yang terpampang di dinding berhasil mengembalikan kenangan masa lalu, terutama foto muara Batang Arau dari Bukit Gado-Gado pada tahun 1970-an.
"Saat itu, belum ada Jembatan Sitti Nurbaya. Untuk menyeberang, kami harus menggunakan perahu," kenangnya sambil memandang foto yang memperlihatkan lanskap kota tempo dulu.
Koleksi Bersejarah
Galeri Arsip Statis yang menempati sayap timur lantai dua bangunan tersebut memamerkan berbagai dokumen penting. Koleksi mencakup lebih dari 200 Staatsblad atau lembaran negara masa Hindia Belanda yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah.
Tifan Perdana, penanggung jawab Galeri Arsip Statis, menyampaikan bahwa pengunjung museum beragam, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, dan bahkan wisatawan mancanegara.
Ruang Ekspresi Seni
Selain arsip sejarah, museum ini juga menggelar pameran seni selama dua hari, 7-8 Desember 2024. Puluhan karya seni, termasuk lukisan, patung, dan karya ukir dipamerkan di aula museum.
Robbi (21), mahasiswa Universitas Negeri Padang, adalah salah satu seniman muda yang karyanya dipamerkan. Cermin berbingkai kayu ukir karyanya yang memakan waktu pengerjaan dua minggu menjadi salah satu daya tarik pameran.
"Ini adalah pengalaman pertama saya mengikuti pameran. Perasaan saya sangat senang saat karya saya terpilih," ungkapnya dengan antusias.
Pelestarian Warisan Budaya
Keberadaan Museum dan Galeri Arsip Kota Padang bukan sekadar ruang pamer, melainkan jembatan penghubung antargenerasi. Bangunan bersejarah yang terawat dengan baik ini kini menjadi saksi bisu perjalanan waktu, memperkenalkan sejarah kepada generasi muda.
Arma, pengunjung senior, mengapresiasi upaya pelestarian ini. "Sungguh menyenangkan melihat bangunan tua ini kini difungsikan sebagai museum. Ini menjadi tempat nostalgia yang sangat bermakna," tutupnya. (red)
















