Mengungkap Sejarah Dokumen Roket Luar Angkasa Abad ke-16

Mengungkap Sejarah Dokumen Roket Luar Angkasa Abad ke-16

Dokumen Roket Luar Angkasa dari Abad ke-16. (Foto: Wion News)

Sumbardaily.com – Sebuah penemuan bersejarah menggemparkan dunia ilmu pengetahuan ketika para sejarawan menemukan dokumen kuno berisi instruksi penerbangan luar angkasa yang berasal dari abad ke-16.

Dokumen setebal 450 halaman yang dikenal sebagai Naskah Sibiu ini merupakan karya Conrad Haas, seorang insinyur militer Austria yang hidup antara tahun 1509 hingga 1576.

Naskah yang ditulis dalam bahasa Jerman ini mengungkap detail menakjubkan tentang teknologi roket yang jauh melampaui zamannya.

Haas, yang dikenal sebagai pionir di bidangnya, tercatat sebagai orang pertama yang mendokumentasikan teori roket multi-tahap secara komprehensif, jauh sebelum era modern penerbangan luar angkasa dimulai.

"Naskah Sibiu menjadi bukti nyata kejeniusan manusia dalam mengembangkan teknologi antariksa sejak berabad-abad lalu," ujar para sejarawan yang telah memverifikasi keaslian dokumen tersebut dilansir Wion News, Minggu (3/11/2024).

Keberadaan dokumen bersejarah ini terungkap ke publik berkat kerja keras Profesor Doru Todericiu dari Universitas Bukares. Pada tahun 1961, sang profesor menemukan manuskrip tersebut tersimpan di Arsip Negara Sibiu, yang kemudian memberikan nama pada dokumen tersebut.

Yang membuat naskah ini semakin istimewa adalah ilustrasi detail yang menggambarkan rancangan roket bertingkat. Dokumen tersebut menjelaskan secara rinci tentang ruang dorong berbentuk silinder yang dilengkapi dengan sistem bahan bakar bubuk dan lubang kerucut khusus untuk meningkatkan efisiensi pembakaran secara bertahap.

Sebelum penemuan Naskah Sibiu, dunia ilmu pengetahuan mengenal Kazimierz Siemienowicz dari Persemakmuran Polandia-Lituania sebagai pionir dalam penulisan deskripsi roket tiga tahap.

Siemienowicz, yang berasal dari wilayah Raseiniai, Kadipaten Agung Lithuania, menulis risalah berjudul "Artis Magnae Artilleriae" pada tahun 1650 yang membahas teknologi peroketan dan kembang api.

Menariknya, dalam naskahnya, Haas tidak hanya membahas aspek teknis, tetapi juga menyisipkan pesan moral tentang penggunaan teknologi roket untuk kepentingan militer.

"Namun saran saya adalah agar ada lebih banyak perdamaian dan tidak ada perang, simpan senapan dengan tenang, sehingga pelurunya tidak ditembakkan, bubuk mesiu tidak terbakar atau basah, sehingga sang pangeran dapat menyimpan uangnya, dan ahli persenjataan dapat menyelamatkan nyawanya," demikian pesan yang dituliskan Haas dalam naskahnya.

Penemuan dokumen bersejarah ini menjadi bukti nyata kemajuan pemikiran manusia dalam bidang sains dan teknologi sejak abad ke-16.

Naskah Sibiu tidak hanya memberikan gambaran tentang perkembangan teknologi roket, tetapi juga menjadi cerminan bagaimana para ilmuwan masa lalu telah memikirkan dampak sosial dari penemuan mereka. (red)

Baca Juga

Nagari Salimpek Solok Menuju Sentra Herbal Kosmetik
Nagari Salimpek Solok Menuju Sentra Herbal Kosmetik
USU jadi Kampus Pertama di Sumatera Gunakan Teknologi Penukar Sampah ke Pulsa
USU jadi Kampus Pertama di Sumatera Gunakan Teknologi Penukar Sampah ke Pulsa
Inovasi Irigasi Modern: Pompa Surya Tanpa Baterai Mampu Alirkan Air Hingga 1,3 KM
Inovasi Irigasi Modern: Pompa Surya Tanpa Baterai Mampu Alirkan Air Hingga 1,3 KM
Siswa SMP Ar Risalah Padang Sabet Medali OBA Nasional 2025, Persaingan Ketat 491 Peserta
Siswa SMP Ar Risalah Padang Sabet Medali OBA Nasional 2025, Persaingan Ketat 491 Peserta
LKAAM Sumbar Ungkap Bahasa Minang Terancam Punah dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya
LKAAM Sumbar Ungkap Bahasa Minang Terancam Punah dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya
Resmi Klaster Mandiri, Unand Kukuhkan Diri Sebagai Kampus Riset Terdepan
Resmi Klaster Mandiri, Unand Kukuhkan Diri Sebagai Kampus Riset Terdepan