Sumbardaily.com, Agam – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam kembali memicu bencana longsor yang menelan korban. Satu warga dilaporkan hilang setelah tertimbun material longsor di Jorong Paninggiran Bawah, Nagari Nan Limo, Kecamatan Palupuah, pada Rabu (26/11/2025).
Musibah ini menambah panjang daftar insiden akibat cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat (Sumbar) dalam beberapa hari terakhir.
Tim SAR gabungan sejak Rabu pagi langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyisiran. Namun hingga petang, upaya pencarian belum membuahkan hasil.
Korban yang diketahui bernama Daud, laki-laki berusia 37 tahun, dinyatakan hilang berdasarkan keterangan keluarga dan laporan resmi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, membenarkan identitas korban serta kondisi lapangan yang menyulitkan pencarian.
Ia menjelaskan bahwa area yang tertimbun material tanah cukup luas, dengan timbunan longsor yang tebal, sehingga proses pencarian berjalan lambat.
“Operasi pencarian yang kami lakukan belum menemukan titik terang. Tebalnya material longsor menjadi hambatan utama,” ujar Abdul Malik.
Ia menambahkan, pencarian harus dihentikan sementara saat malam tiba demi keamanan personel di lapangan. Operasi akan dilanjutkan pada Kamis pagi (27/11/2025) dengan strategi pencarian yang diperbarui sesuai perkembangan kondisi lapangan.
Dalam operasi ini, sekitar puluhan anggota SAR gabungan bekerja bersama. Soliditas lintas instansi menjadi tumpuan utama dalam penanganan bencana di kawasan yang rawan longsor tersebut.
Personel SAR Gabungan yang terlibat terdiri dari BASARNAS Padang 12 orang, Koramil 12 Palupuah enam orang, Polsek Palupuah: enam orang, Damkar Biaro enam orang, Perangkat Nagari dua orang, dan masyarakat setempat sekitar 30 orang.
Abdul Malik juga mengimbau warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Curah hujan yang masih tinggi berpotensi menimbulkan longsor susulan, sehingga masyarakat diminta menjauhi kawasan tebing atau lereng yang labil.
“Kami berharap proses pencarian dapat berjalan lancar. Prioritas utama kami adalah menemukan korban dan memastikan seluruh unsur yang terlibat bekerja dengan aman,” tutupnya. (red)















