Sumbardaily.com, Padang – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Sumatera Barat (Sumbar) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga Maret 2025, BRI Regional Office (RO) Padang telah menyalurkan dana KUR sebesar Rp1,36 triliun atau sekitar 27,71 persen dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 yang mencapai Rp4,92 triliun.
Dana tersebut disalurkan kepada ribuan debitur UMKM yang tersebar di wilayah Sumbar, Riau, dan Jambi. Menurut Regional CEO BRI RO Padang Riza Pahlevi, mayoritas penyaluran dilakukan untuk KUR Mikro sebesar Rp1,19 triliun, sedangkan sisanya untuk KUR Kecil senilai Rp172 miliar.
“BRI terus berupaya memperluas akses pembiayaan UMKM agar sektor ini semakin tangguh dan mandiri. Sejak 2023 hingga Maret 2025, terdapat 284 ribu debitur KUR di wilayah kami. Jumlah ini setara dengan 12,87 persen dari total rumah tangga,” kata Riza Pahlevi.
Ia menambahkan, capaian ini tak lepas dari revitalisasi fungsi para mantri BRI yang kini semakin efektif menjangkau pelaku usaha yang sebelumnya belum tersentuh layanan perbankan. Komposisi nasabah baru yang lebih besar dibandingkan dengan debitur yang melakukan penambahan plafon (suplesi) menjadi indikator keberhasilan strategi tersebut.
“Sebanyak 1.596 debitur KUR di Sumatera Barat telah naik kelas ke kredit komersial. Mayoritas berasal dari segmen KUR Mikro. Ini mencerminkan proses pembinaan dan pertumbuhan usaha yang berhasil,” ujar Riza.
Sektor Pertanian Masih Mendominasi
Sektor pertanian tetap menjadi sektor unggulan dalam realisasi KUR BRI di wilayah RO Padang. Dari total penyaluran hingga Maret 2025, sebesar Rp659 miliar atau 48,35 persen diserap oleh sektor pertanian.
Riza menyebutkan, lima komoditas utama yang mendominasi penyaluran KUR pertanian adalah karet, sayuran, mixed farming, unggas, dan bawang merah. Komoditas-komoditas ini menjadi fokus pembiayaan BRI mengingat kontribusinya yang signifikan terhadap perekonomian lokal.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung sektor pertanian melalui pembiayaan yang terjangkau, termasuk untuk komoditas prioritas lainnya. Bunga KUR yang ringan diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha kecil dan mendukung percepatan pemulihan ekonomi di daerah,” tambahnya.
Penyaluran KUR ini merupakan bagian dari upaya BRI dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus menjawab tantangan akses permodalan bagi pelaku usaha kecil yang selama ini terkendala keterbatasan modal dan layanan keuangan formal.
Dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian, BRI memastikan bahwa program KUR tidak hanya sekadar menyalurkan dana, tetapi juga menyertakan pendampingan dan edukasi keuangan bagi debitur agar mampu mengelola pembiayaan secara produktif dan berkelanjutan. (red)
















