Sumbardaily.com, Padang - Kebakaran besar melanda pabrik karet PT Teluk Luas di Kelurahan Tanjuang Saba Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, pada Minggu (18/5/2025).
Insiden yang terjadi sekitar pukul 12.10 WIB tersebut memaksa puluhan warga yang tinggal berdekatan dengan pabrik mengungsi ke tenda-tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.
Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali terlihat berasal dari gudang packing pembungkusan karet di kompleks pabrik tersebut.
Sumita Dewi (45), seorang cleaning service yang menjadi saksi mata kejadian tersebut, mengatakan bahwa ia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada petugas keamanan pabrik yang kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar).
"Saya melihat ada api di dalam gudang yang berisi material karet, lalu saya segera melapor," ujar Sumita.
Kebakaran yang terjadi di pabrik milik Johan (65), warga keturunan Tionghoa yang menjabat sebagai Direktur PT Teluk Luas, ini dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya.
Saksi lain, Maisyarah (42), Ketua RT setempat, dan Andre alias Boy (49), juga membenarkan kronologi awal kejadian tersebut.
Dampak Kebakaran dan Operasi Penyelamatan
Kebakaran besar tersebut telah membakar dua bangunan pabrik karet dan berdampak pada empat gudang di kompleks PT Teluk Luas.
Sebanyak 11 orang penghuni dan 200 karyawan pabrik terdampak kejadian ini. Meskipun belum ada laporan korban jiwa, kerugian material masih dalam proses penghitungan.
Jarak yang sangat dekat antara dinding pembatas pabrik dengan rumah-rumah warga, yang hanya sekitar satu meter, membuat pihak berwenang harus bertindak cepat.
BPBD Kota Padang segera mendirikan tenda-tenda pengungsian di dekat lokasi kebakaran untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran ke pemukiman masyarakat.
Tim tanggap darurat telah mendirikan dua titik pengungsian. Tenda pertama yang didirikan oleh BPBD Kota Padang menampung empat kepala keluarga, termasuk keluarga Exsrianto (42) dengan enam anggota keluarga termasuk dua balita dan satu penyandang disabilitas.
Tiga keluarga lainnya adalah Sudirman (61) dengan tiga anggota keluarga, Muhammad Alfian Riski (31) dengan tiga anggota keluarga termasuk satu balita, dan Rolly Angrista (42) dengan empat anggota keluarga.
Tenda kedua yang dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang menampung dua kepala keluarga, yakni Nurlis (56), ibu rumah tangga dengan lima anggota keluarga, dan Emi Gustina (63), juga seorang ibu rumah tangga yang tinggal seorang diri.
Mengingat besarnya skala kebakaran, operasi pemadaman tidak hanya melibatkan Dinas Damkar Kota Padang, tetapi juga mendapatkan bantuan dari berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar).
Tercatat, sebanyak 10 armada pemadam dengan sekitar 100 personil dikerahkan untuk memadamkan api.
Tim pemadam kebakaran yang terlibat dalam operasi pemadaman berasal dari berbagai instansi dan daerah, meliputi Damkar Pelindo, TNI AL, Damkar Kota Pariaman, Damkar Kota Padang Panjang, Damkar Kota Solok.
Kemudian, Damkar Kabupaten Padang Pariaman, Damkar Kota Bukittinggi, Damkar Kota Payakumbuh, Damkar Kabupaten Tanah Datar, Damkar Kabupaten Solok serta Damkar Semen Padang
Berbagai instansi pemerintah dan organisasi kemasyarakatan juga turut merespons kejadian ini.
Tim yang berada di lapangan antara lain, Kapolresta Padang, BPBD, Damkar, Dinsos, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).
Selanjutnya, Camat Lubuk Begalung, Koramil, PMI, Tagana Kota Padang, Relawan Rumah Zakat, KSB, insan kebencanaan, LPM hingga RT dan RW setempat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemadaman api masih berlangsung. Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi kejadian.
Tenda-tenda pengungsian tetap siaga untuk menampung warga yang membutuhkan tempat berlindung.
Masyarakat yang membutuhkan informasi atau bantuan terkait kejadian ini dapat menghubungi Pusdalops-PB BPBD Kota Padang melalui nomor pengaduan (0751) 778775 atau WhatsApp 0858-9152-2181. (red)
















