Sumbardaily.com, Padang - Sebuah peristiwa kebakaran menghanguskan rumah milik seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) beserta kontrakan, dua unit mobil, dan dua unit sepeda motor di Jalan Seranti Nomor 10, Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Rabu (2/4/2025).
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.27 WIB tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik pada aki mobil.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, tim pemadam kebakaran segera berangkat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan pada pukul 10.30 WIB.
Dengan jarak tempuh sekitar 5,6 kilometer, tim pemadam berhasil tiba di lokasi pada pukul 10.37 WIB dan langsung melakukan pemadaman.
Menurut keterangan saksi mata yang bernama M. Fadillah (21), mahasiswa yang berada di sekitar lokasi kejadian, kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik pada aki mobil.
"Pemilik rumah sedang memanaskan mobil dan meninggalkannya sebentar untuk pergi ke warung. Saat kembali, api sudah menyala besar," ujar saksi yang kemudian segera melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Damkar Kota Padang.
Belakangan diketahui, rumah yang terbakar merupakan milik David Yudia P (50), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal bersama empat anggota keluarganya.
Kebakaran mengakibatkan kerusakan berat pada satu rumah dan satu bangunan kontrakan dengan luas area terbakar sekitar 18x20 meter persegi.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Peristiwa kebakaran ini sempat mengancam tiga bangunan lain di sekitarnya dengan potensi luas area terdampak mencapai 600 meter persegi.
Berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran, kerugian yang lebih besar berhasil dihindari dan aset senilai sekitar Rp4 miliar berhasil diselamatkan.
Penanganan kebakaran dipersulit oleh kondisi lokasi yang berada di kawasan padat penduduk dengan jalan yang sempit, sehingga mempersulit akses kendaraan pemadam kebakaran.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan enam unit kendaraan pemadam dengan total 70 personil untuk memadamkan api dan mencegah perluasan area kebakaran.
"Kami segera mengerahkan petugas setelah menerima laporan. Kondisi lokasi yang padat penduduk dengan akses jalan sempit menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran ini," kata Kepala Dinas (Kadis) Damkar Kota Padang, Budi Payan.
Selain petugas Dinas Damkar Kota Padang, katanya, penanganan kebakaran juga melibatkan unsur TNI, Polri, dan PLN untuk memastikan keamanan lokasi dan memutus aliran listrik guna mencegah kebakaran semakin membesar.
Pihak keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal untuk sementara tidak mengungsi karena masih memiliki alternatif tempat tinggal lain.
"Sementara itu, proses penyelidikan penyebab pasti kebakaran masih terus dilakukan oleh pihak berwenang," kata Budi.
Kejadian ini, katanya, menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik dan kendaraan bermotor.
"Korsleting listrik merupakan salah satu penyebab utama kebakaran yang sering terjadi di pemukiman padat penduduk. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kabel dan instalasi listrik secara berkala, serta tidak meninggalkan kendaraan dalam keadaan mesin menyala tanpa pengawasan," katanya.
Dinas Damkar Kota Padang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui layanan emergency call Dinas Damkar di nomor 113, telepon (0751) 28558, atau nomor ponsel 0811-6606-113.
Masyarakat juga dapat mengikuti informasi terkini dari Dinas Damkar Kota Padang melalui kanal media sosial resmi mereka di YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook dengan nama akun @padangfirefighter.
Peristiwa kebakaran ini menambah daftar kejadian serupa yang terjadi di Kota Padang dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Damkar terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam menghadapi situasi darurat, termasuk dengan menambah armada dan personil pemadam kebakaran.
"Para petugas pemadam kebakaran telah menunjukkan dedikasi dan profesionalisme dalam penanganan kejadian ini, sehingga berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa dan membatasi kerugian material," tutur Budi. (red)
















