Sumbardaily.com, Pariaman – Perhelatan Kejuaraan Pacu Kuda Piala Bupati Padang Pariaman Cup 2025 yang diselenggarakan di tengah momentum liburan Idul Fitri 1446 H menciptakan dampak signifikan bagi perekonomian dan sektor pariwisata dua daerah sekaligus: Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengungkapkan hal tersebut saat menghadiri pembukaan kejuaraan yang berlokasi di Arena Pacu Kudo Duku Banyak, Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sabtu (5/4/2025).
"Adanya ajang ini, bisa memicu pariwisata Kota Pariaman, dan berdampak positif pada pergerakan ekonomi warga di dua daerah sekaligus," terang Yota Balad.
Mantan Sekretaris Daerah Kota Pariaman ini juga memaparkan keterkaitan antara kejuaraan pacu kuda dengan peningkatan pariwisata di wilayahnya. Menurut Yota Balad, para pengunjung dan wisatawan yang datang untuk menyaksikan pacuan kuda umumnya memilih Kota Pariaman sebagai tempat beristirahat dan menginap.
"Para pengunjung dan wisatawan pacu kudo ini bisa menikmati keindahan pantai Pariaman sambil berkuliner, menikmati sarapan pagi ataupun makan siang di Kota Pariaman. Apalagi momen pacuan kudo ini bertepatan dengan libur lebaran, sehingga mereka bisa menikmatinya bersama keluarga," ungkapnya.
Yota Balad menegaskan komitmennya dalam mendukung penuh kegiatan tradisional ini karena menciptakan efek multiplier yang menguntungkan kedua daerah.
"Saya sangat menyokong dan mendukung agenda tradisional pacu kuda di Kabupaten Padang Pariaman ini, yang dampaknya akan meningkatkan pergerakan perekonomian di tengah masyarakat," tutupnya.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan bahwa Event Pacu Kuda Padang Pariaman 2025 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai 5 hingga 6 April 2025.
Kegiatan ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali tradisi pacuan kuda di Kabupaten Padang Pariaman setelah vakum selama hampir sembilan tahun.
"Kami ingin menghidupkan kembali arena pacu kudo di Duku Banyak, Balah Aie, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak ini. Ke depannya, agenda pacu kudo ini akan menjadi event tahunan di Kabupaten Padang Pariaman," kata John Kenedy Azis.
Ia juga menjelaskan bahwa kejuaraan ini menarik partisipasi peserta dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh, Jambi, dan Riau. Event tersebut menghadirkan 27 race dalam 20 kelas berbeda dengan total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp300 juta.
"Dengan dukungan masyarakat setempat dan seluruh stakeholder terkait, kita berharap ajang ini dapat menjadi kebanggaan daerah dan menarik perhatian wisatawan berkunjung ke Kabupaten Padang Pariaman," ujarnya.
Sebelum dimulainya kompetisi pacu kuda, para pengunjung dan tamu undangan terlebih dahulu disuguhkan dengan penampilan memukau dari para pemanah berkuda. Atraksi ini dipersembahkan oleh atlet-atlet asal Sumatera Barat yang telah mencatatkan berbagai prestasi dalam bidang tersebut. (red)
















