Sumbardaily.com, Padang – Kebakaran hebat melanda kawasan pertokoan padat di Jalan Samudra Pantai Padang, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Minggu (20/7/2025) pagi. Insiden yang menghanguskan lima petak bangunan tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 300 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menurut laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, kebakaran pertama kali dilaporkan pukul 05.35 WIB. Hanya berselang tiga menit setelah laporan masuk, dua unit pemadam langsung dikerahkan menuju lokasi. Petugas tiba di tempat kejadian pada pukul 05.43 WIB dan berhasil mengendalikan api sekitar pukul 06.10 WIB.
Kepala Bidang Operasional Dinas Damkar Kota Padang, Rinaldi, menjelaskan bahwa objek terbakar merupakan kompleks toko yang salah satunya adalah sebuah coffeeshop berukuran besar. Titik awal api diketahui dari pantauan seorang saksi, Tio (28), yang melihat asap dan kobaran api lalu segera menghubungi petugas.
Sebanyak 30 personel dari Dinas Damkar Kota Padang diturunkan untuk menangani peristiwa ini. Tim gabungan dari Polri dan Dinas Kesehatan juga hadir di lokasi guna mengamankan area kebakaran dan memastikan keselamatan warga sekitar.
Kepulan asap yang cukup tebal sempat menyulitkan proses pemadaman di bagian dalam toko, namun dapat diatasi dengan cepat berkat koordinasi yang sigap antarpetugas.
"Setibanya di lokasi, api sudah menjalar ke sejumlah petak bangunan. Petugas segera melakukan pemadaman agar kebakaran tidak merembet ke toko-toko lainnya yang berdekatan," ujar Rinaldi.
Api melalap lima petak toko dengan luas area terbakar sekitar 120 meter persegi. Empat petak bangunan mengalami kerusakan berat, sementara satu petak lainnya mengalami kerusakan ringan.
Meski demikian, tiga bangunan lainnya berhasil diselamatkan dari jilatan api. Nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp 600 juta, dengan area yang hampir terdampak mencakup luas 225 meter persegi.
Tidak ditemukan korban luka, korban jiwa, maupun warga yang harus mengungsi akibat insiden ini, mengingat toko-toko yang terbakar bukan hunian, melainkan unit usaha yang belum beroperasi saat kejadian.
Tiga penyewa toko yang terdampak antara lain Zulhendri (48), yang mengelola usaha minuman kopi susu (kopmil), Pipit Suryani (44), pelaku usaha rental motor mainan, serta Ade Saputra (37), penjual makanan. Ketiganya adalah warga yang sehari-hari berdagang di kawasan tersebut.
Rinaldi menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama di area padat bangunan.
"Segera hubungi layanan darurat Padang Sigap 112 jika melihat tanda-tanda kebakaran. Kecepatan laporan sangat menentukan keberhasilan penanganan," ujarnya. (ik)
















