Sumbardaily.com, Langkat - Respons cepat Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terhadap bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut) kembali menegaskan komitmen perusahaan telekomunikasi tersebut dalam membantu masyarakat pada situasi darurat.
Melalui Posko Penyaluran di Tanjung Pura, IOH menurunkan sejumlah bantuan yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.
Bantuan itu mencakup makanan siap konsumsi, air minum, selimut, alas tidur, serta perlengkapan kebersihan diri, kebutuhan yang menjadi prioritas bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan akses logistik akibat bencana.
Dukungan tersebut disalurkan langsung oleh tim Indosat Circle Sumatera yang bergerak ke lokasi untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan keluarga dengan bayi maupun balita.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari operasi tanggap darurat Indosat yang mengedepankan respons cepat dan fokus pada pemulihan awal korban bencana.
Kehadiran tim Circle Sumatera di lapangan tidak hanya untuk distribusi, tetapi juga memetakan kebutuhan lanjutan yang masih diperlukan para penyintas dalam beberapa hari mendatang.
EVP Head of Circle Sumatera IOH, Agus Sulistio, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk konsistensi perusahaan untuk hadir di tengah masyarakat saat menghadapi kondisi paling krusial.
"Bencana yang menimpa warga Tanjung Pura dan sekitarnya meninggalkan dampak besar sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor," katanya, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, aksi ini menjadi wujud nyata komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendampingi masyarakat dalam situasi apa pun.
Agus menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari inisiatif Indosat Siap Tanggap Keadaan Darurat (SIGAP), program yang berada di bawah payung CSR perusahaan pada pilar filantropi.
"Melalui program ini, IOH menargetkan kemampuan tanggap darurat yang tidak hanya cepat, tetapi juga relevan dengan kebutuhan di lapangan," katanya.
Tidak hanya menghadirkan bantuan logistik, IOH juga memperkuat akses komunikasi yang esensial selama masa darurat.
"Kami menyalurkan kartu perdana IM3 dan Tri agar masyarakat terdampak tetap dapat berkomunikasi, terutama untuk kebutuhan informasi darurat, koordinasi penyelamatan, dan pelaporan kondisi keluarga," katanya.
Akses komunikasi menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak ketika jaringan transportasi dan logistik terganggu.
Sejak bencana melanda, IOH mencatat bahwa kebutuhan komunikasi pelanggan di wilayah terdampak perlu dipastikan tetap berjalan tanpa hambatan.
"Hingga 1 Desember 2025, sekitar 90 persen site jaringan di Sumatera Utara berfungsi normal. Tim teknis perusahaan bekerja mengebut pemulihan jaringan melalui perbaikan jalur transport telekomunikasi serta pengoperasian perangkat portable di beberapa lokasi yang mengalami gangguan," katanya.
Upaya tersebut memungkinkan layanan dasar Indosat seperti telepon, pesan singkat, dan akses data terbatas tetap berjalan selama masa krisis.
"Stabilitas layanan komunikasi menjadi elemen penting dalam proses tanggap bencana, baik untuk masyarakat, relawan, maupun otoritas penanganan darurat di wilayah tersebut," katanya.
Indosat menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan siap menambah dukungan apabila kebutuhan masyarakat meningkat.
"IOH menegaskan bahwa komitmen sosial tersebut bukan hanya bentuk kepedulian korporasi, tetapi bagian dari kontribusi untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir bandang dan longsor di Langkat," imbuhnya. (adl)















