Sumbardaily.com, Pekanbaru - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) terus memperluas komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi melalui program IDCamp 2025.
Kali ini, inisiatif tersebut hadir di lingkungan kampus, termasuk Universitas Riau (UNRI), lewat kegiatan bertajuk IDCamp Connect 2025, sebagai wadah kolaborasi antara developer, profesional, pelajar dan masyarakat umum yang ingin meniti karier di sektor digital.
Kehadiran IDCamp Connect 2025 di UNRI menjadi bagian dari upaya IOH membangun ekosistem digital yang inklusif di wilayah Sumatera.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan wawasan seputar perkembangan teknologi terkini, tetapi juga kesempatan untuk memperluas jaringan profesional dengan alumni IDCamp, praktisi industri, dan mentor dari berbagai bidang teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
“Riau memiliki potensi besar untuk melahirkan talenta digital di kawasan Sumatera. Melalui IDCamp Connect, kami berupaya membuka akses pembelajaran dan peluang karier di bidang teknologi bagi lebih banyak generasi muda, terutama yang berasal dari daerah,” kata EVP Head of Circle Sumatera IOH, Agus Sulistio, Jumat (7/11/2025) siang.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2019, IDCamp (Indosat Digital Camp) telah tumbuh menjadi salah satu program beasiswa digital terbesar di Indonesia.
Melalui sistem pembelajaran daring yang bersertifikat dan disusun sesuai kebutuhan industri, program ini mendorong masyarakat dari berbagai latar belakang untuk memiliki kompetensi digital yang relevan dan berdaya saing.
Memasuki tahun 2025, IDCamp memperkenalkan dua kategori pembelajaran baru di bidang Artificial Intelligence (AI) guna menjawab kebutuhan industri global yang semakin menitikberatkan pada teknologi berbasis kecerdasan buatan.
Kategori pertama adalah AI Development, yang berfokus pada penguasaan keterampilan teknis dalam membangun dan mengelola model AI.
Dalam jalur ini, peserta dapat memilih salah satu dari empat alur pembelajaran, yakni AI Engineer, Generative AI Engineer, Machine Learning Ops, dan Data Scientist.
Kategori kedua, AI Integration, berorientasi pada penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan aplikasi.
Peserta dapat memilih di antara empat alur pembelajaran yang tersedia, yaitu AI Android Developer, AI Multi-platform App Developer, AI Front-End Developer dan AI Back-End Developer.
Melalui kedua jalur tersebut, IOH berharap peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Sebagai bagian dari kegiatan IDCamp Connect 2025 di UNRI, IOH menghadirkan sesi berbagi inspiratif bersama Ridha Ginanjar, Curriculum Developer di Dicoding Indonesia, dengan tema “Exploring the World of AI: From Basics to Career Opportunities.”
Dalam sesinya, Ridha mengupas perkembangan mendasar teknologi AI, tren global yang tengah membentuk masa depan industri, hingga beragam peluang karier yang dapat dijelajahi generasi muda Indonesia.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan, industri, dan komunitas digital untuk memastikan Indonesia memiliki lebih banyak talenta AI yang siap bersaing di kancah internasional.
“Kolaborasi lintas sektor adalah kunci. Pendidikan harus terkoneksi dengan kebutuhan industri agar lulusan tidak hanya memahami teknologi, tetapi mampu berinovasi dan menciptakan solusi yang relevan,” ujarnya.
Selain pembelajaran AI, peserta yang telah menuntaskan program IDCamp juga memperoleh akses tambahan ke kelas gratis dalam bidang Cyber Security melalui platform Cisco, serta Automation lewat UIPath Academy.
Dengan terus memperluas akses ke pendidikan digital, IOH berupaya memastikan bahwa transformasi digital Indonesia tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga menjangkau daerah seperti Riau dan wilayah lainnya di Sumatera.
Melalui IDCamp, IOH menegaskan visinya untuk membangun generasi muda yang melek teknologi dan siap menjadi bagian dari masa depan digital Indonesia.
Informasi lebih lanjut mengenai program IDCamp dapat diakses melalui situs resmi https://idcamp.ioh.co.id. (adl)















