Sumbardaily.com, Padang – Upaya nyata dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan kembali ditunjukkan oleh Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk "Sampah Jadi Pulsa".
Inisiatif berkelanjutan ini tidak sekadar menawarkan solusi konkret dalam penanganan sampah, melainkan juga memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa.
Program yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2022 ini kini merambah Kota Medan, tepatnya di Universitas Sumatera Utara (USU), menghadirkan terobosan cerdas dalam mendorong kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
Melalui konsep inovatif, IOH mengajak sivitas akademika USU untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah dengan memberikan insentif pulsa digital.
Konsep dan Implementasi Program
Melalui program "Sampah Jadi Pulsa", mahasiswa dan akademisi diajak mengumpulkan sampah plastik dan non-organik yang akan dikonversi menjadi pulsa Indosat.
Mekanisme sederhana namun efektif ini dilakukan dengan memanfaatkan Reverse Vending Machine (RVM) yang dipasang di Gedung Fisip USU.
Setiap kilogram sampah yang terkumpul akan dikonversi menjadi pulsa sesuai ketentuan. Proses pengolahan melibatkan mitra daur ulang lokal untuk memastikan sampah dapat diolah secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Komitmen dan Dampak Sosial
Agus Sulistio, EVP – Head of Circle Sumatra, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud kepedulian Indosat terhadap lingkungan dan generasi muda Indonesia.
"Kami ingin menciptakan solusi inovatif yang memberikan dampak positif, khususnya bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/12/2024).
Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Muryanto Amin, mengapresiasi inisiatif ini. "Program ini sejalan dengan visi kami menciptakan kampus hijau yang mendukung lingkungan berkelanjutan," tegasnya.
Capaian Signifikan
Sejak diluncurkan, program "Sampah Jadi Pulsa" telah mencatat prestasi mengesankan. Tercatat lebih dari 23.000 botol plastik—setara 437 kg—telah berhasil dikumpulkan dan dikonversi menjadi pulsa digital senilai Rp 14 juta, dengan partisipasi dari 1.032 pengguna.
Signifikansi program ini tidak sekadar pada angka, melainkan dampak nyata dalam mendorong kesadaran lingkungan. Setiap botol plastik yang dialihfungsikan adalah langkah maju dalam mengurangi limbah dan mendorong praktik daur ulang.
Visi Berkelanjutan
Indosat Ooredoo Hutchison membuktikan komitmennya tidak sekadar berbicara, namun memberikan solusi konkret. Program "Sampah Jadi Pulsa" menjadi representasi nyata bagaimana korporasi dapat berkontribusi dalam mendorong transformasi lingkungan dan sosial.
Melalui inisiatif ini, IOH tidak hanya mendukung digitalisasi dan konektivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebuah langkah strategis dalam membangun masa depan yang lebih berkelanjutan. (red)
















