Hutama Karya Percepat Pembangunan RS di 5 Provinsi, Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Hutama Karya Percepat Pembangunan RS di 5 Provinsi, Bukti Nyata Pemerataan Kesehatan

Desain ⁠RSUD Bengkulu Tengah (Foto: Hutama Karya)

Sumbardaily.com – Upaya pemerataan fasilitas kesehatan kembali menjadi sorotan setelah PT Hutama Karya (Persero) mempercepat pembangunan lima rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia.

Inisiatif ini tidak hanya menandai komitmen perusahaan terhadap pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengurangi ketimpangan akses layanan kesehatan yang selama ini masih terjadi di banyak provinsi.

Dengan luasnya wilayah Indonesia dan disparitas yang nyata antara fasilitas kesehatan di kota besar dan daerah kepulauan, pembangunan rumah sakit oleh Hutama Karya dinilai membawa dampak strategis bagi masyarakat.

Menurut Profil Kesehatan Indonesia 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan RI, Indonesia memiliki sekitar 3.216 rumah sakit, baik rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus.

Dengan populasi sekitar 281 juta jiwa, rasio nasional baru berada pada kisaran 1,1 hingga 1,15 rumah sakit per 100.000 penduduk—angka yang masih jauh dari standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merekomendasikan tiga rumah sakit per 100.000 penduduk.

Ketimpangan inilah yang menjadi alasan kuat perlunya percepatan pembangunan fasilitas kesehatan baru, terutama di wilayah terpencil yang selama ini minim layanan medis.

Dalam konteks ini, sebaran proyek yang dikerjakan Hutama Karya membawa harapan baru. Beberapa wilayah yang menjadi lokasi pembangunan memang tercatat memiliki keterbatasan signifikan. Bengkulu misalnya, hanya memiliki sekitar 21 rumah sakit untuk melayani lebih dari dua juta penduduk.

Maluku Utara memiliki 14 rumah sakit dengan jarak antarfasilitas mencapai 50 kilometer, membuat akses layanan semakin menantang. Sementara itu, masyarakat di Kepulauan Nias dan Bima masih sangat bergantung pada puskesmas kecil akibat kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Di tengah kebutuhan mendesak itulah, pembangunan rumah sakit oleh Hutama Karya menjadi solusi yang dipandang strategis. Salah satu contohnya adalah pembangunan RSUD Sanana di Maluku Utara, yang dirancang sebagai rumah sakit tipe C untuk menjawab kebutuhan pelayanan medis di daerah pesisir dan kepulauan.

Momentum penyelesaian proyek ini bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional 2025, yang mengusung tema “Kesehatan Merata, Indonesia Kuat.”

Lima Rumah Sakit, Satu Semangat Pemerataan

Hingga awal November 2025, progres lima proyek rumah sakit menunjukkan hasil signifikan dan dikerjakan dengan pendekatan konstruksi modern yang menekankan efisiensi dan keberlanjutan. Berikut capaian masing-masing proyek:

RS Kandau Manado, Sulawesi Utara

Progres struktur bangunan utama telah mencapai 49,88%. Lebih dari 270 pekerja lokal terlibat setiap hari untuk mempercepat realisasi proyek.

RSUD Bengkulu Tengah

Pembangunan mencapai 83,06%, ditandai dengan pemasangan atap utama dan sebagian instalasi listrik. Rumah sakit ini disiapkan menjadi rujukan bagi tiga kabupaten sekitar.

RSUD Tafaeri Nias Utara

Progres mencapai 52,44%, dengan sistem plat suspended di lantai dasar untuk mengatasi kondisi tanah rawa pada lokasi pembangunan.

RSUD Kota Bima, Nusa Tenggara Barat

Struktur atas telah diselesaikan dengan progres 69,54% dan kini masuk tahap pekerjaan interior.

RSUD Sanana, Maluku Utara

Telah mencapai 54,88%, dengan fokus pada penguatan fondasi dan sistem drainase untuk menghadapi kondisi tanah pesisir.

Seluruh proyek ini dibangun menggunakan material hemat energi dan teknologi modular sehingga mempercepat pelaksanaan tanpa mengurangi standar kualitas layanan medis yang akan diberikan.

Komitmen Hutama Karya menghadirkan layanan yang setara

Mardiansyah, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menegaskan bahwa perusahaan memiliki mandat moral untuk memastikan pemerataan layanan kesehatan nasional.

“Kami ingin seluruh masyarakat dapat menikmati fasilitas medis yang setara. Setiap infrastruktur yang kami bangun mencerminkan komitmen kami untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa,” ujarnya.

Proyek ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Kementerian Kesehatan untuk memperkuat fasilitas kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan.

Hutama Karya dipercaya sebagai kontraktor utama karena rekam jejak perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur publik yang aman dan berkelanjutan.

Tidak hanya proyek yang tengah berjalan, Hutama Karya juga telah menyelesaikan sejumlah rumah sakit besar seperti RS Sardjito, RS Mata Manado, RSUD Purworejo, RSKD Duren Sawit, RSUD Tarakan, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, RS Universitas Hasanuddin, RS UPT Vertikal Kupang, hingga RSUD Pangandaran.

Seluruhnya kini menjadi rumah sakit unggulan yang memperkuat layanan kesehatan nasional.

Dari Infrastruktur ke Harapan Masyarakat

Bagi Hutama Karya, proyek pembangunan rumah sakit bukan semata aktivitas konstruksi, tetapi bagian dari perjalanan panjang untuk menghadirkan infrastruktur kemanusiaan di seluruh penjuru negeri.

“Setiap rumah sakit yang kami bangun merupakan bentuk dukungan kami terhadap program Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan akses layanan medis yang layak bagi seluruh masyarakat. Kesehatan adalah hak dasar setiap warga negara, dan kami berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang dapat menunjang pemenuhan hak tersebut hingga ke pelosok negeri,” tutup Mardiansyah.

Pembangunan lima rumah sakit ini juga mendukung Asta Cita ke-4 Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan rakyat.

Dengan hadirnya rumah sakit yang lebih modern dan tersebar di banyak wilayah, Hutama Karya turut memperkuat fondasi ketahanan kesehatan nasional sebagai bagian dari visi Indonesia Maju. (*)

Baca Juga

Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
Long Weekend Isra Mi’raj, Trafik Tol Padang–Sicincin Alami Lonjakan Hampir 90 Persen
Progres Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik Capai 10,348 Persen, HPSL Perkuat Peran Sosial
Progres Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik Capai 10,348 Persen, HPSL Perkuat Peran Sosial
Pemulihan Pascabencana di Sumbar Dipercepat, Infrastruktur Vital Mulai Pulih
Pemulihan Pascabencana di Sumbar Dipercepat, Infrastruktur Vital Mulai Pulih
Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Hutama Karya Kontribusi Warga Terdampak
Prabowo Tinjau Huntara Aceh Tamiang, Hutama Karya Kontribusi Warga Terdampak
Hutama Karya Perkuat Pemulihan Akses Air Bersih Pascabencana di Sumbar
Hutama Karya Perkuat Pemulihan Akses Air Bersih Pascabencana di Sumbar
Hutama Karya Rampungkan 2 Jembatan Bailey, Akses Lintas Tengah Aceh Tenggara Pulih
Hutama Karya Rampungkan 2 Jembatan Bailey, Akses Lintas Tengah Aceh Tenggara Pulih