Heboh! Ilmuwan Temukan Bukti Sisa Lautan Berusia 3,5 Miliar Tahun di Mars

Heboh! Ilmuwan Temukan Bukti Sisa Lautan Berusia 3,5 Miliar Tahun di Mars

Planet Mars (Foto: Daily)

Sumbardaily.com, Padang – Temuan mengejutkan datang dari Planet Merah! Tim peneliti yang dipimpin oleh Bo Wu dari Universitas Politeknik Hong Kong berhasil mengungkap bukti keberadaan lautan kuno di Mars yang diperkirakan ada sekitar 3,5 miliar tahun lalu.

Penemuan spektakuler ini terungkap berkat misi penjelajahan robot Zhurong milik China yang berhasil mendeteksi jejak garis pantai kuno di planet tetangga Bumi tersebut. Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Scientific Reports.

Lokasi penemuan ini berada di kawasan selatan Utopia, yang diduga kuat merupakan bekas lautan dari masa awal sejarah Mars. Hal menarik dari temuan ini adalah durasi keberadaan lautannya yang relatif singkat.

"Beberapa fitur di sekitar area pendaratan Zhurong dengan jelas menunjukkan bahwa dulunya ada lautan di sana," ujar Bo Wu kepada AFP. Dia menjelaskan bahwa bukti-bukti ini meliputi kerucut berlubang, palung poligonal, dan aliran terukir yang khas.

Zhurong, yang mendarat di Vastitas Borealis pada Mei 2021, tidak main-main dalam mengumpulkan bukti. Robot penjelajah ini menemukan butiran mineral halus seperti silika terhidrasi yang lebih mungkin terbentuk dari proses garis pantai ketimbang aktivitas vulkanik.

Yang menarik, penelitian sebelumnya mengungkap bahwa kerucut berlubang menyerupai kawah yang ditemukan bisa terbentuk dari gunung lumpur di area yang pernah digenangi air atau es. Fakta ini semakin memperkuat dugaan keberadaan lautan purba di Mars.

Para peneliti mengungkapkan temuan mengejutkan lainnya. Mereka memperkirakan lautan ini terbentuk akibat peristiwa banjir besar yang terjadi sekitar 3,7 miliar tahun lalu. Kesimpulan ini didapat setelah menganalisis data gabungan dari Zhurong dan Mars Reconnaissance Orbiter.

"Kami telah melakukan analisis geomorfologi yang komprehensif terhadap area pendaratan," jelas tim peneliti. Mereka menggunakan kombinasi data penginderaan jarak jauh dan pengamatan langsung di lokasi, yang mengungkap fitur-fitur konsisten dengan keberadaan zona dekat pantai di Utopia selatan.

Meski begitu, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam membuat kesimpulan. Mereka menegaskan bahwa data yang dikumpulkan penjelajah Zhurong belum bisa memberikan bukti langsung keberadaan lautan purba di Mars.

Teori bahwa sepertiga Planet Merah pernah ditutupi lautan miliaran tahun lalu memang sudah lama dipercaya oleh komunitas ilmiah. Penemuan terbaru ini menambah daftar bukti yang mendukung teori tersebut.

Penelitian yang dipimpin Bo Wu ini membuka babak baru dalam eksplorasi Mars. Keberadaan fitur geologi seperti palung dan saluran sedimen di wilayah ini menjadi petunjuk kuat adanya zona dekat pantai purba. Estimasi waktu sekitar 3,68 miliar tahun yang lalu menjadi titik penting dalam memahami sejarah geologis Planet Merah.

Temuan ini membuka peluang baru bagi penelitian masa depan tentang potensi kehidupan kuno di Mars, mengingat air merupakan salah satu komponen penting bagi keberlangsungan kehidupan sebagaimana yang kita kenal di Bumi.

Baca Juga

Nagari Salimpek Solok Menuju Sentra Herbal Kosmetik
Nagari Salimpek Solok Menuju Sentra Herbal Kosmetik
USU jadi Kampus Pertama di Sumatera Gunakan Teknologi Penukar Sampah ke Pulsa
USU jadi Kampus Pertama di Sumatera Gunakan Teknologi Penukar Sampah ke Pulsa
Inovasi Irigasi Modern: Pompa Surya Tanpa Baterai Mampu Alirkan Air Hingga 1,3 KM
Inovasi Irigasi Modern: Pompa Surya Tanpa Baterai Mampu Alirkan Air Hingga 1,3 KM
Siswa SMP Ar Risalah Padang Sabet Medali OBA Nasional 2025, Persaingan Ketat 491 Peserta
Siswa SMP Ar Risalah Padang Sabet Medali OBA Nasional 2025, Persaingan Ketat 491 Peserta
LKAAM Sumbar Ungkap Bahasa Minang Terancam Punah dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya
LKAAM Sumbar Ungkap Bahasa Minang Terancam Punah dalam 20 Tahun, Ini Penyebabnya
Resmi Klaster Mandiri, Unand Kukuhkan Diri Sebagai Kampus Riset Terdepan
Resmi Klaster Mandiri, Unand Kukuhkan Diri Sebagai Kampus Riset Terdepan