Sumbardaily.com, Padang – Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka tiba di Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (4/12/2025) pagi, untuk melihat langsung situasi terkini pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut.
Pesawat yang membawa Gibran mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 06.20 WIB sebelum ia melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter menuju Kabupaten Agam, salah satu daerah dengan dampak kerusakan terparah.
Setibanya di lokasi bencana, Gibran didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Aria serta Wakil Menteri Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf. Mereka juga tampak berdiskusi dengan anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra yang berasal dari Sumbar, Andre Rosiade, terkait kebutuhan mendesak warga dan percepatan penanganan di lapangan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat untuk memastikan respons darurat berjalan optimal dan kebutuhan korban dapat segera dipenuhi.
Situasi di lapangan menunjukkan betapa besarnya dampak bencana yang terjadi pada akhir pekan lalu. Berdasarkan laporan resmi Bidang Humas Polda Sumbar per Rabu (3/12/2025) pukul 20.00, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 200 orang.
Sebanyak 174 jenazah berhasil diidentifikasi, sementara 26 korban lainnya masih menunggu proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Indonesia. Prosedur ini berlangsung di beberapa fasilitas kesehatan yang menjadi pusat penanganan jenazah.
Selain korban meninggal, jumlah warga yang belum ditemukan mencapai 212 orang, menandakan bahwa proses pencarian masih menghadapi tantangan besar.
Kondisi geografis yang sulit, material longsoran yang tebal, serta akses yang terbatas membuat penyisiran membutuhkan waktu lebih lama. Di sisi lain, 26 korban masih menjalani perawatan medis akibat berbagai luka yang mereka alami saat banjir bandang menerjang pemukiman.
Polda Sumbar menyatakan bahwa operasi pencarian dan identifikasi akan terus dilanjutkan dalam beberapa hari ke depan. Aparat mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarga untuk melapor ke posko pencarian terdekat dan memberikan informasi pendukung guna mempercepat proses identifikasi.
Gibran, dalam tinjauannya, disebut ingin memastikan bahwa pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tim relawan mendapatkan dukungan penuh dari pusat, terutama terkait logistik, evakuasi, serta penanganan penyintas. Kabupaten Agam menjadi salah satu fokus penanganan mengingat tingginya korban jiwa dan besarnya kerusakan yang ditimbulkan.
Upaya pemulihan disebut akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pencarian korban yang masih hilang hingga pemenuhan kebutuhan dasar penyintas. Pemerintah pusat juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga yang rumahnya rusak atau hilang.
Dengan jumlah korban yang terus bertambah, bencana banjir bandang di Sumbar kini menjadi salah satu peristiwa paling memilukan dalam beberapa tahun terakhir. (red)
















