Sumbardaily.com, Padang – Flip, perusahaan teknologi finansial asal Indonesia, kembali memperkuat posisinya dalam industri remitansi global dengan menawarkan layanan pengiriman uang ke luar negeri yang lebih murah dan transparan melalui platform Flip Globe. Inisiatif ini hadir di tengah tingginya biaya remitansi global yang selama ini menjadi beban bagi banyak masyarakat, baik individu maupun pelaku usaha kecil menengah (UKM).
Co-Founder Flip Group, Rafi Putra Arriyan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud nyata dari komitmen Flip dalam menyediakan layanan keuangan yang adil, mudah diakses, dan bebas dari biaya tersembunyi.
"Setelah memperluas destinasi dan meluncurkan fitur jaminan tepat waktu, Flip terus memastikan bahwa Flip Globe menjadi layanan remitansi paling terjangkau dan transparan di Indonesia," ujar Rafi dalam keterangan tertulis yang diterima di Padang, Kamis (12/6/2025).
Transaksi Lebih Murah, Nilai Tukar Lebih Kompetitif
Flip menekankan bahwa biaya transfer dan nilai tukar yang ditawarkan selalu didasarkan pada perbandingan harga pasar dan kompetitor. Pengguna bahkan didorong untuk secara aktif membandingkan tarif Flip dengan platform lain sebelum mengirim uang. Hal ini dilakukan agar pengguna mendapatkan nilai tukar terbaik dengan biaya serendah mungkin, tanpa ada potongan atau biaya tambahan tersembunyi.
Berdasarkan hasil analisis internal perusahaan, Flip Globe diketahui menawarkan biaya remitansi hingga 90 persen lebih murah dibandingkan dengan layanan remitansi konvensional. Selain itu, nilai tukar yang disediakan juga lebih kompetitif dan sepenuhnya transparan.
"Pengguna Flip tidak perlu khawatir dengan potongan atau biaya tidak terlihat. Ini bagian dari misi kami untuk menciptakan sistem keuangan yang fair untuk semua kalangan," ujar Rafi.
Pertumbuhan Signifikan di Malaysia dan Sumatera
Sejak peluncurannya, Flip Globe mengalami pertumbuhan yang signifikan, khususnya dalam pengiriman uang ke Malaysia, salah satu destinasi favorit untuk wisata medis, pendidikan, serta hubungan bisnis. Flip mencatat, dalam dua tahun terakhir, nilai transaksi ke Malaysia melalui Flip Globe meningkat lebih dari lima kali lipat.
Tak hanya itu, pengguna dari wilayah Sumatera juga menunjukkan pertumbuhan pesat. Pengguna aktif dari wilayah ini meningkat hampir lima kali lipat, dengan Sumatera Utara dan Sumatera Barat mencatat pertumbuhan tertinggi, masing-masing hampir enam kali lipat dalam periode yang sama.
Pertumbuhan ini menjadi indikator bahwa masyarakat Indonesia semakin membutuhkan layanan remitansi yang efisien, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi keluarga, pendidikan, dan bisnis lintas negara.
Komitmen Inovasi dan Layanan Berkelanjutan
Flip memastikan bahwa pengembangan layanan tidak akan berhenti di sini. Perusahaan akan terus meningkatkan fitur dan kualitas Flip Globe agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan transaksi internasional yang lebih cepat, aman, dan hemat biaya.
"Ke depan, kami akan terus mengembangkan Flip Globe agar bisa menjangkau lebih banyak negara dan menjawab kebutuhan masyarakat yang makin beragam," tegas Rafi.
Perjalanan Flip dimulai dari layanan transfer antarbank gratis yang revolusioner di Indonesia. Kini, Flip telah menjelma menjadi platform keuangan digital yang komprehensif, menawarkan berbagai layanan seperti pembayaran tagihan, pembelian produk digital, hingga pengiriman uang ke luar negeri untuk individu maupun pelaku UKM.
Layanan Remitansi Non-Bank yang Terdepan
Dengan pendekatan berbasis teknologi dan user experience yang baik, Flip Globe kini diperhitungkan sebagai salah satu layanan remitansi non-bank terkemuka di Indonesia. Solusi yang ditawarkan memungkinkan masyarakat untuk mengirim uang ke rekening bank maupun e-wallet luar negeri dengan proses yang sederhana dan waktu pengiriman yang pasti.
Dalam lanskap global, biaya remitansi masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan laporan Bank Dunia, biaya rata-rata pengiriman uang internasional saat ini mencapai 6 persen, jauh di atas target Sustainable Development Goals (SDGs) yang hanya 3 persen. Sementara itu, data Statista menunjukkan bahwa total remitansi dari Indonesia ke luar negeri mencapai USD 9,8 miliar pada tahun 2023 dan diprediksi akan terus meningkat.
Sayangnya, biaya tersembunyi dan nilai tukar tidak transparan masih menjadi kendala bagi masyarakat yang ingin mendukung keluarga atau mitra bisnis di luar negeri. Dalam konteks inilah Flip hadir dengan pendekatan baru yang menempatkan keadilan, transparansi, dan efisiensi sebagai inti dari layanannya.
Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Flip berharap semakin banyak masyarakat Indonesia dapat mengakses layanan remitansi yang terjangkau dan terpercaya, serta mendorong inklusi keuangan yang lebih luas di tingkat nasional maupun global. (red)
















