Dramatis! Tim SAR Gabungan Selamatkan Warga Padang yang Terjepit Pohon

Dramatis! Tim SAR Gabungan Selamatkan Warga Padang yang Terjepit Pohon

Evakuasi korban terjepit pohon di Padang. (Dok. Basarnas)

Sumbardaily.com, Padang - Operasi penyelamatan dramatis berlangsung di Kelurahan Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang pada Rabu pagi (28/5/2025).

Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan dengan sigap menyelamatkan seorang buruh harian lepas yang terjebak di bawah batang pohon saat melakukan aktivitas penebangan secara manual.

Korban yang berhasil dievakuasi adalah Fadri Ilham, pria berusia 33 tahun. Insiden nahas ini terjadi di Belakang BPOM Sumbar, tepatnya di RT 01 RW 07, ketika korban sedang menjalankan tugasnya menebang pohon tanpa bantuan alat berat.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Fadri memulai aktivitas penebangan menggunakan peralatan manual.

Namun, musibah terjadi sekitar 40 menit kemudian pada pukul 09.40 WIB. Korban tidak memperhitungkan dengan tepat arah jatuhnya batang pohon yang sedang ditebang, sehingga kakinya terjepit ketika pohon tersebut tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa informasi awal mengenai kejadian ini diterima melalui laporan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang.

"Begitu menerima laporan, kami langsung mengaktifkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana untuk bergerak ke lokasi kejadian," ungkap Hendri Zulviton.

Lokasi kejadian, katanya, berada pada koordinat 0°54'53.77"S - 100°21'57.66"T, dengan jarak lurus sekitar 12,87 kilometer dari Kantor SAR Padang.

Estimasi waktu tempuh menuju lokasi memerlukan sekitar 30 menit perjalanan darat sejauh 16,4 kilometer ke arah selatan.

Sementara itu, Tim rescue dari Kantor SAR Padang berangkat pada pukul 10.25 WIB dengan membawa lima personel terlatih.

Mereka tiba di lokasi kejadian pada pukil 10.45 WIB dan langsung berkoordinasi dengan berbagai unsur yang telah berada di tempat kejadian.

Proses evakuasi memerlukan kehati-hatian ekstra mengingat posisi korban yang terjepit cukup dalam oleh batang pohon berukuran besar.

Tim SAR menggunakan berbagai peralatan khusus untuk memotong dan mengangkat batang pohon tanpa membahayakan keselamatan korban.

"Operasi penyelamatan ini sangat menantang karena kami harus memastikan korban tidak mengalami cedera tambahan selama proses evakuasi. Alhamdulillah, dengan kerja sama tim yang solid, korban berhasil diselamatkan dalam kondisi sadar," kata Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik.

Fadri Ilham, katanya, berhasil dievakuasi pada pukul 11.20 WIB dalam keadaan selamat, meskipun mengalami luka-luka pada kedua kakinya.

Korban segera dirujuk ke Rumah Sakit Kartika Docta untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Operasi penyelamatan ini melibatkan berbagai unsur dengan total personel mencapai 44 orang.

Kantor SAR Padang mengerahkan tujuh personel, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang enam orang, BPBD Kota Padang enam personel, Satuan Perlindungan Masyarakat Satpol PP lima orang, serta dukungan dari 20 warga masyarakat setempat.

Tim SAR juga mengerahkan berbagai peralatan khusus untuk mendukung operasi penyelamatan.

Peralatan yang digunakan meliputi rescue car double cabin, peralatan mountaineering, chainsaw untuk memotong batang pohon, peralatan medis, peralatan komunikasi, serta berbagai perlengkapan SAR lainnya.

Selain unsur-unsur tersebut, operasi penyelamatan ini juga mendapat dukungan dari TNI, Polri, serta pengurus RW dan RT setempat yang membantu mengamankan lokasi dan memberikan informasi yang diperlukan.

Setelah korban berhasil dievakuasi, tim melakukan debriefing pada pukul 12.15 WIB. Semua unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas dedikasi dan kerja sama yang baik selama operasi berlangsung.

Meskipun korban mengalami luka-luka, kejadian ini tidak menimbulkan kerugian material yang berarti.

"Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya penerapan protokol keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas yang memiliki risiko tinggi seperti penebangan pohon," kata Abdul.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penebangan pohon.

"Kami mengimbau agar masyarakat tidak melakukan penebangan pohon tanpa menggunakan alat keselamatan yang memadai dan tanpa bantuan tenaga profesional yang berpengalaman," katanya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, BPBD Kota Padang mengingatkan masyarakat agar selalu memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Hal ini termasuk penggunaan alat pelindung diri, perhitungan arah jatuh pohon, serta meminta bantuan tenaga ahli jika diperlukan.

Masyarakat yang ingin melaporkan kejadian kebencanaan atau memerlukan bantuan darurat dapat menghubungi Call Center BPBD Kota Padang melalui nomor telepon (0751) 778775.

Layanan ini juga dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0858-9152-2181 yang tersedia 24 jam setiap hari.

Selain itu, masyarakat juga bisa melapor ke Kantor SAR Padang yang beralamat di Jalan By Pass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Koto Tangah, juga menyediakan layanan darurat melalui nomor nasional 115, telepon (0751) 484534, atau WhatsApp 0813-7700-0115. (red)

Baca Juga

Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Sumbar Lakukan Evakuasi Dramatis
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Sumbar Lakukan Evakuasi Dramatis
Tragis! Pria Lansia di Pasaman Barat Disambar Buaya Ketika Mencari Lokan
Tragis! Pria Lansia di Pasaman Barat Disambar Buaya Ketika Mencari Lokan
Tim SAR gabungan bersama warga melakukan evakuasi korban kecelakaan perahu nelayan terbalik di Muara Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan.
Perahu Nelayan Terbalik di Pesisir Selatan, Satu Korban Ditemukan Meninggal
Petugas SAR gabungan mengevakuasi mayat pria dari dalam sumur di kawasan Pasar Ambacang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.
Penemuan Mayat dalam Sumur di Padang, Korban Sempat Mengeluh Pusing Sebelum Jatuh
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria yang ditemukan mengapung di aliran Banda Bakali kawasan Parak Gadang Timur, Kota Padang.
Penemuan Mayat Mengapung di Padang Gegerkan Warga, Korban Ternyata Pengemudi Ojol
Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir di Nagari Saruaso, Tanah Datar, saat hujan deras pada Selasa (12/5/2026) malam. (Dok. Basarnas)
Hujan Deras Picu Banjir di Tanah Datar, Pemuda hingga Lansia Dievakuasi Tim SAR Gabungan