Sumbardaily.com, Pasaman – Sebuah kejadian langka terjadi di Kabupaten Pasaman Barat pada Kamis (12/12/2024), ketika seekor tapir dewasa berhasil diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) Wilayah I Pasaman dari kolam Balai Benih Ikan (BBI) Sukomananti, Kecamatan Pasaman.
Kepala BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman, Ade Putra, menjelaskan bahwa laporan keberadaan satwa langka tersebut diterima pada pukul 09.30 WIB. Proses penyelamatan tidak berjalan sederhana seperti yang diduga awalnya.
"Awalnya kami berencana menggunakan jaring standar, namun lokasi berupa area semen cukup membahayakan bagi satwa. Kami terpaksa mengubah strategi evakuasi," ungkap Ade.
Tim menemukan bekas luka pada tubuh tapir, mengindikasikan bahwa satwa pemalu ini kemungkinan merasa terancam oleh keramaian di sekitarnya. Tapir betina yang diperkirakan berusia 10 tahun tersebut akan dibawa ke kantor BKSDA untuk observasi lebih lanjut.
Proses evakuasi membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Ade mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan berbagai instansi, mulai dari Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasbar, Dinas Perikanan, Dinas Kominfo, TNI, hingga masyarakat sekitar.
"Kami masih menyelidiki penyebab satwa ini turun ke pemukiman. Apakah karena ancaman di habitat aslinya atau gangguan lingkungan lainnya," tambahnya.
Menurut penuturan Irat (37), warga setempat, tapir pertama kali terlihat sekitar pukul 06.30 WIB. Ucok (50), pemilik kebun jagung di dekat lokasi, pertama kali memberitahu keberadaan hewan tersebut.
Suami Irat, Bapak Utia Rahmad (37), bahkan sempat menolong tapir dengan menurunkan air di kolam untuk mencegah hewan tersebut tenggelam.
"Awalnya kami takut, sebab ini pertama kalinya kami melihat satwa seperti ini," ungkapnya.
Ade Putra menegaskan bahwa tapir akan melalui proses observasi dan rehabilitasi. "Jika sudah dinyatakan sehat, kami akan melepaskan kembali satwa ini di wilayah konservasi yang sesuai," jelasnya.
Kejadian ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi satwa langka yang masih tersisa di kawasan hutan Sumbar. (red)
















