Sumbardaily.com, Padang – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang dalam beberapa hari terakhir memicu longsor tebing di kawasan Pondok Ranah Minang, Koto Lalang, Kecamatan Lubuk Kilangan, dan langsung mengancam tiga rumah warga yang berada tepat di bawah lereng yang bergerak.
Peristiwa yang terjadi pada Senin (24/11/2025) sekitar pukul 11.00 WIB itu mendorong BPBD Padang memasang garis polisi serta meminta warga meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan masih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa material tanah dari tebing di tepi sungai mengalami pergeseran akibat tingginya intensitas hujan. Kondisi ini membuat struktur tanah menjadi sangat labil dan berbahaya bagi pemukiman yang berada di radius rawan.
“Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati dan tetap waspada, terutama yang tinggal dekat area rawan longsor,” kata Hendri.
Ia menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai kerugian masih dalam proses pendataan karena petugas masih melakukan pengecekan di lapangan.
“Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama, mengingat kondisi tebing belum stabil,” ujarnya menambahkan.
Setelah laporan diterima Pusdalops BPBD Padang, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Personel rescue BPBD, perangkat kelurahan, ketua RT/RW, serta unsur TNI-Polri melakukan peninjauan dan koordinasi penanganan. Garis polisi dipasang untuk menutup akses ke titik yang dinilai berbahaya dan mencegah warga mendekati area longsor.
“Penanganan awal telah dilakukan dengan memastikan lokasi aman dan memberikan imbauan kepada warga agar menjauhi tebing. Pemantauan terhadap kemungkinan longsor susulan terus dilakukan,” ujar Hendri.
Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan ini meliputi BPBD Kota Padang, pihak kelurahan, Puskesmas Lubuk Kilangan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Dubalang Kota, PDAM, serta tokoh masyarakat dan relawan kebencanaan. BPBD juga menyampaikan apresiasi atas respons cepat tim gabungan yang membantu memastikan keselamatan warga.
BPBD Padang mengingatkan masyarakat agar segera melapor melalui call center (0751) 778775 atau WhatsApp 0858-9152-2181 jika menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau indikasi longsor di sekitar lingkungan tempat tinggal. (pooke)
















