Sumbardaily.com, Padang - Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) sejak beberapa waktu belakangan berdampak langsung terhadap operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumbar.
Luapan air di beberapa titik jalur membuat sejumlah perjalanan terganggu, memaksa KAI melakukan pengalihan lintas serta penyesuaian layanan demi menjaga keselamatan pelanggan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kondisi alam tersebut.
Ia menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi pertimbangan paling utama dalam setiap keputusan operasional.
Menurutnya, gangguan cuaca yang terjadi berada di luar kendali perusahaan, namun mitigasi langsung di lapangan telah dilakukan sejak pagi hari.
Reza menjelaskan bahwa petugas prasarana segera dikerahkan ke berbagai titik terimbas untuk memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui.
"Pemantauan intensif terhadap ketinggian air, kestabilan rel, serta sistem drainase dilakukan secara berkelanjutan. Upaya normalisasi lintas juga terus dijalankan agar jalur yang terdampak dapat kembali beroperasi dalam waktu secepat mungkin," kata Kamis (27/11/2025).
Dalam situasi darurat ini, KAI menerapkan pengalihan lintas operasional untuk dua perjalanan. Kereta Lembah Anai yang biasa melayani relasi Kayu Tanam-Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dialihkan menjadi Kayu Tanam-Duku pulang pergi.
Adapun Minangkabau Ekspres yang melayani rute Pulau Aie-BIM kini beroperasi hanya sampai Pulau Aie-Duku pulang pergi. Sementara itu, perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima-Naras tetap berjalan normal karena jalur tersebut tidak termasuk wilayah yang terendam.
Sebagai bentuk tanggung jawab pelayanan, KAI memberikan kompensasi berupa pengembalian biaya tiket sebesar 100 persen di luar bea pesan bagi pelanggan yang terdampak keterlambatan lebih dari satu jam maupun pembatalan perjalanan.
"Kebijakan ini berlaku pula bagi pelanggan yang memilih tidak melanjutkan perjalanan karena rute kereta dialihkan. Proses pengajuan refund dapat dilakukan langsung melalui loket stasiun hingga tujuh hari setelah jadwal keberangkatan," katanya.
Reza mengimbau masyarakat untuk secara berkala memeriksa informasi terbaru mengenai perjalanan kereta, terutama bagi pelanggan yang telah merencanakan keberangkatan dalam beberapa hari ke depan.
Informasi dapat diakses melalui Contact Center 121, WhatsApp resmi KAI, surat elektronik layanan pelanggan, maupun akun Instagram KAI Divre II dan KAI121.
Ia kembali menekankan bahwa seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk memastikan keamanan dan keandalan perjalanan kereta api di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Kami terus memantau kondisi jalur dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar operasional kereta dapat kembali berjalan normal tanpa mengabaikan keselamatan pelanggan,” tutur Reza.
Dengan intensitas hujan yang masih tinggi di sejumlah daerah dan potensi banjir bandang yang belum sepenuhnya mereda, KAI Divre II Sumbar tetap berada dalam status siaga. (adl)
















