Cegah Tragedi Berulang, Andre Rosiade Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Api di Sumbar

Cegah Tragedi Berulang, Andre Rosiade Desak Evaluasi Perlintasan Kereta Api di Sumbar

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade didampingi oleh Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar, Braditi Moulevey meninjau lokasi kecelakaan maut antara kereta api vs mobil yang terjadi pada Kamis (21/8/2025) siang. (Dok. Tim AR)

Sumbardaily.com, Padang - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, meninjau langsung lokasi kecelakaan kereta api yang merenggut nyawa dua siswi SMA di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Dalam kunjungan yang dilakukan pada Jumat (22/8/2025) tersebut, Andre menegaskan bahwa dirinya datang bersama jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang untuk mencarikan solusi agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari.

“Tentu kita semua prihatin dan berduka. Anak-anak kita menjadi korban karena ada perlintasan tanpa plang. Kemarin terjadi kecelakaan yang merenggut nyawa. Untuk itu, kami bersama pak Dadan, Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI, khusus datang dari Jakarta untuk mencari jalan keluar,” ujar Andre.

Andre datang didampingi Direktur Keselamatan dan Keamanan PT KAI Dadan Rudiansyah, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi, dan Kepala KAI Divre II Sumbar Muhammad Tri Setyawan. Dalam peninjauan tersebut, Andre memaparkan sejumlah langkah yang segera ditempuh.

Menurut Andre, langkah pertama yang diambil adalah menempatkan petugas KAI di titik-titik rawan perlintasan sebidang di sepanjang jalur kereta api Sumbar. Petugas tersebut akan berjaga secara manual agar pengguna jalan lebih waspada ketika melintas.

“Kita sepakat, sebagai solusi jangka pendek, seluruh perlintasan rawan akan dijaga staf yang ditempatkan secara manual. Ini dilakukan sambil menunggu pembangunan plang resmi,” jelas Andre yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).

Langkah kedua, lanjut Andre, KAI bersama Balai Teknik Perkeretaapian akan mengajukan anggaran ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pembangunan plang di perlintasan sebidang yang dinilai rawan. Ia berkomitmen akan mengawal pengajuan tersebut hingga ke pusat.

“Saya minta Kepala Balai segera mengajukan proposal kepada Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Setelah itu, saya akan komunikasikan langsung dengan Menteri Perhubungan (Menhub). Jika anggarannya kurang, saya akan melaporkan kepada Mensesneg agar bisa disiapkan. Intinya, jangan sampai peristiwa ini terulang lagi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Dadan Rudiansyah menyampaikan duka mendalam atas insiden yang menewaskan dua pelajar.

Ia menilai, selain ketiadaan plang, kondisi konstruksi jalan di perlintasan tersebut juga berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan.

“Kalau kita lihat, konstruksi jalannya memang sudah tidak layak. Jalannya menanjak, jadi kendaraan yang menyeberang pasti harus menekan gas lebih kuat. Seharusnya perlintasan dibuat landai agar lebih aman,” jelas Dadan.

Karena itu, pihaknya menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi fisik perlintasan sebidang di Sumbar.

“Ke depan, beberapa perlintasan dengan kondisi tidak sesuai standar harus diperbaiki. Evaluasi ini bagian penting untuk mencegah kecelakaan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang Hendrialdi mengungkapkan pihaknya tengah melakukan inventarisasi seluruh Early Warning System (EWS) maupun Jalan Perlintasan (JPL) yang terpasang di Sumbar. Hasil inventarisasi ini akan menentukan berapa banyak alat yang masih berfungsi dan yang perlu diperbaiki.

“Khusus untuk EWS di lokasi kejadian, kondisinya masih aktif. Namun secara menyeluruh kami baru inventarisasi kemarin, dan dalam dua hari ini diharapkan selesai. Dari situ baru bisa diketahui kebutuhan biaya pemeliharaan maupun pengadaan baru,” kata Hendrialdi.

Menurutnya, anggaran perawatan EWS maupun JPL sebelumnya belum tersedia di pos anggaran balai. Oleh sebab itu, pihaknya akan mengajukan kembali kebutuhan anggaran berdasarkan hasil inventarisasi.

"Proposal lengkap dengan KAK dan RAB akan segera kami ajukan ke Kemenhub, termasuk rencana pemasangan plang di titik-titik rawan,” tambahnya.

Hendrialdi menyebut, pada Senin mendatang, pihaknya akan menggelar rapat dengan PT KAI Pusat dan DJKA Kemenhub untuk membahas perlintasan sebidang yang dianggap prioritas. “Nanti hasilnya tentu akan kami sampaikan juga kepada Pak Andre,” ujarnya.

Usai meninjau lokasi kejadian, Andre Rosiade bersama jajaran PT KAI juga menyempatkan diri berkunjung ke rumah duka Alya Azzura, salah satu korban meninggal, di Jalan Banten, Komplek PJKA, Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur.

Andre bertemu langsung dengan ayah korban, Hendri Firman, menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan santunan.

“Kami datang untuk menyampaikan belasungkawa. Semoga keluarga diberikan ketabahan. Kami juga sudah meninjau lokasi dan segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Andre.

Rencananya, jenazah Alya Azzura akan dimakamkan setelah Shalat Jumat. Orangtua korban menyampaikan apresiasi atas perhatian Andre dan PT KAI.

"Terima kasih kepada Pak Andre dan pihak KAI yang cepat merespons dan mencarikan solusi. Semoga ini benar-benar bisa mencegah tragedi serupa,” ujar Hendri Firman.

Setelah itu, Andre melanjutkan kunjungan ke RSUP M Djamil Padang untuk menjenguk dua korban yang masih dirawat intensif, yaitu Vivie Dwi Zeltriani dan Adisti Faras. Ia turut memberikan santunan dan mendoakan agar para korban segera pulih.

“Kita doakan agar anak-anak kita yang masih dirawat segera sehat dan bisa beraktivitas kembali seperti biasa. Kondisinya sudah lebih stabil, dan mudah-mudahan terus membaik,” kata Andre.

Kunjungan Andre Rosiade ke lokasi kecelakaan dan keluarga korban ini menegaskan komitmen pemerintah bersama PT KAI serta Balai Teknik Perkeretaapian dalam meningkatkan keselamatan transportasi di Sumbar.

Dengan rencana pengawasan manual di perlintasan rawan, pemasangan plang, perbaikan konstruksi jalan, hingga pengadaan peralatan peringatan dini, diharapkan risiko kecelakaan dapat ditekan seminimal mungkin.

“Insya Allah kita carikan solusinya, agar tidak ada lagi nyawa melayang di perlintasa kereta api," imbuhnya. (adl)

Baca Juga

Susunan Tim Kepelatihan Semen Padang FC 2026/2027, Ini Daftar Lengkapnya
Susunan Tim Kepelatihan Semen Padang FC 2026/2027, Ini Daftar Lengkapnya
Peluru Nyasar di UNP Terungkap, Kodam Sebut Proyektil Identik dengan Amunisi Latihan
Peluru Nyasar di UNP Terungkap, Kodam Sebut Proyektil Identik dengan Amunisi Latihan
Andre Rosiade Desak Pengganggu Proyek Flyover Sitinjau Lauik Ditindak Tegas
Andre Rosiade Desak Pengganggu Proyek Flyover Sitinjau Lauik Ditindak Tegas
Manajemen, pelatih, dan staf Semen Padang FC berkumpul dalam acara silaturahmi di kediaman Suhatman Imam untuk memperkuat kekompakan tim.
Braditi Moulevey Tegaskan Semen Padang FC Solid, Isu Internal Diklaim Tuntas
Padang Pariaman Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, BMKG Sebut Berasal dari Aktivitas Subduksi
Padang Pariaman Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, BMKG Sebut Berasal dari Aktivitas Subduksi
Ratusan warga berkumpul di halaman Polres Sijunjung pada malam hari saat mendengarkan penjelasan Kapolres terkait pertambangan rakyat dan insiden yang terjadi di salah satu nagari.
Dua Persoalan Picu Insiden di Salah Satu Nagari, Ini Kata Kapolres Sijunjung di Hadapan Massa