Sumbardaily.com, Padang Panjang – Kenaikan harga bahan pokok menjadi sorotan di Kota Padang Panjang pada minggu pertama Februari 2026. Lonjakan paling mencolok terjadi pada cabai merah yang naik Rp19.350, dari Rp48.150 menjadi Rp67.500 per kilogram.
Perubahan harga tersebut dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat sekaligus memberi tekanan terhadap inflasi daerah.
Analis Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, menjelaskan bahwa kenaikan harga cabai merah dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang berdampak pada hasil produksi petani.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan produksi dan panen tidak maksimal, sehingga pasokan cabai merah tidak mampu memenuhi permintaan pasar,” jelasnya, dikutip Senin (9/2/2026).
Selain cabai merah, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga. Cabai hijau tercatat naik Rp1.000, gula pasir meningkat Rp166, bawang putih bertambah Rp500, kacang hijau naik Rp667, bawang daun meningkat Rp1.400, serta terong bertambah Rp600 per kilogram.
Kenaikan berbagai komoditas tersebut menunjukkan adanya tekanan pada harga kebutuhan pokok di tingkat daerah.
Di tengah tren kenaikan, pergerakan harga juga menunjukkan sisi berbeda. Tujuh komoditas pangan justru mengalami penurunan harga, dengan penurunan paling signifikan terjadi pada seledri, cabai rawit, dan ikan kembung.
Harga seledri turun Rp13.400 dari Rp31.700 menjadi Rp18.300 per kilogram. Cabai rawit berkurang Rp7.867 dari Rp56.684 menjadi Rp48.817 per kilogram. Ikan kembung juga mengalami penurunan Rp6.667 dari Rp76.667 menjadi Rp70.000 per kilogram.
Penurunan harga turut terjadi pada telur ayam ras yang turun Rp267 dari Rp29.335 menjadi Rp29.069 per kilogram, telur itik turun Rp800 dari Rp31.600 menjadi Rp30.800 per kilogram.
Bawang merah turun Rp800 dari Rp39.150 menjadi Rp38.350 per kilogram, serta kacang tanah turun Rp344 dari Rp37.834 menjadi Rp37.500 per kilogram.
Chandra menilai tren penurunan harga tersebut mencerminkan kondisi pasokan yang relatif stabil di pasar. Ia berharap situasi ini dapat terus dipertahankan guna menjaga keseimbangan harga bahan pokok serta melindungi daya beli masyarakat.
“Penurunan harga ini menunjukkan pasokan yang relatif stabil. Ke depan, kondisi ini perlu dijaga agar tidak mengganggu daya beli masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah komoditas utama lainnya terpantau relatif stabil, di antaranya beras berbagai kualitas, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, serta minyak goreng baik kemasan maupun curah.
Pemerintah Kota Padang Panjang terus melakukan pemantauan terhadap harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pasokan di pasar.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga pangan. (red)
















