Sumbardaily.com, Padang - Insiden pohon tumbang kembali terjadi di Kota Padang. Kali ini, sebuah pohon kedondong berukuran besar roboh dan menghantam bangunan rumah tinggal milik warga setempat.
Peristiwa ini terjadi pada hari Senin (26/5/2025) sekitar pukul 11.45 WIB di samping Hotel Abidin, RT 11 RW 3, Kelurahan Alang Laweh, Kecamatan Padang Selatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Al Banna, mengungkapkan bahwa faktor utama yang menyebabkan robohnya pohon tersebut adalah kondisi pelapukan yang terjadi pada bagian pangkal batang.
Pohon kedondong yang mengalami kerusakan ini memiliki dimensi yang cukup besar dengan tinggi mencapai 18 meter dan diameter batang sekitar 80 sentimeter.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, dugaan penyebab robohnya pohon adalah adanya pelapukan pada bagian pangkal pohon. Ukuran pohon yang cukup besar dengan panjang sekitar 18 meter dan diameter 80 sentimeter membuat dampak kerusakan cukup signifikan," jelasnya.
Dampak dari kejadian ini mengenai satu unit bangunan rumah tinggal yang dihuni oleh Yoserizal, seorang pria berusia 45 tahun yang berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Meskipun kerusakan material terjadi pada bangunan tersebut, syukurnya tidak ada korban yang mengalami luka-luka atau kehilangan nyawa dalam peristiwa ini. Estimasi nilai kerugian material yang ditimbulkan dari insiden pohon roboh ini diperkirakan mencapai Rp2,5 juta.
Merespons kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) yang berada di bawah koordinasi BPBD Kota Padang segera melakukan mobilisasi ke lokasi kejadian.
Upaya penanganan di lapangan tidak hanya melibatkan personel BPBD, namun juga mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait.
Babinsa dan Bhabin Kamtibmas turut hadir memberikan bantuan, demikian pula dengan Ketua RW dan RT wilayah setempat.
Kontribusi juga datang dari relawan Kelompok Siaga Bencana (KSB) serta tokoh masyarakat lokal yang dikenal dengan panggilan Pak Kobeng.
Proses evakuasi dan pembersihan lokasi kejadian telah berhasil diselesaikan sepenuhnya oleh tim TRC BPBD Kota Padang.
Kinerja tim yang cepat dan terkoordinasi memungkinkan penanganan insiden ini dapat tuntas dalam waktu yang relatif singkat.
Terkait dengan kondisi cuaca dan musim saat ini, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di musim pancaroba seperti saat ini, karena potensi pohon tumbang akibat angin kencang dan pelapukan batang pohon dapat membahayakan lingkungan sekitar," tegasnya.
Peringatan ini menjadi relevan mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu pada periode pancaroba dapat meningkatkan risiko pohon-pohon yang sudah mengalami pelapukan untuk roboh.
Kombinasi antara kondisi struktural pohon yang melemah dengan faktor cuaca eksternal seperti angin kencang berpotensi menimbulkan bahaya bagi keselamatan warga dan properti di sekitarnya.
Informasi mengenai kejadian ini disampaikan melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Padang.
Bagi masyarakat yang menghadapi situasi serupa atau menyaksikan kejadian yang berpotensi membahayakan, BPBD Kota Padang telah menyediakan layanan pelaporan melalui call center di nomor telepon (0751) 778775.
Alternatif lain tersedia melalui layanan WhatsApp di nomor 0858-9152-2181 untuk memudahkan akses komunikasi dengan pihak berwenang.
"Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan dan pemantauan rutin terhadap pohon-pohon besar yang berada di lingkungan pemukiman, terutama yang sudah berusia tua dan menunjukkan tanda-tanda kerusakan struktural," tutur Hendri. (red)
















