Sumbardaily.com, Tanah Datar – Seekor beruang madu yang masuk ke permukiman warga di Jorong Buki Gombak, Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar, berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Jumat (18/7/2025) pagi.
Satwa liar dilindungi tersebut sempat membuat warga resah sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan dalam operasi yang berlangsung dramatis selama hampir enam jam.
Proses evakuasi dimulai sejak beruang terpantau warga sekitar pukul 06.15 WIB. Penangkapan dilakukan menggunakan tembakan bius yang disuntikkan melalui sumpit tradisional.
Upaya pelumpuhan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tanah Datar, Rocky Marta Rika, dengan dukungan personel kepolisian serta masyarakat sekitar.
"Beruang ini adalah satwa liar yang merupakan tanggung jawab BKSDA. Dari Dinas Pertanian, kami mendukung penuh proses evakuasi, termasuk menyiapkan bius dan peralatan untuk membantu penangkapan," ujar Rocky.
Setelah berhasil dibius, satwa dilindungi itu segera diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar).
Di sana, beruang madu akan menjalani observasi serta pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan perawatan, satwa tersebut akan mendapatkan pengobatan terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya.
Rocky menyebutkan bahwa kondisi lingkungan yang terganggu kemungkinan besar menjadi penyebab satwa tersebut masuk ke permukiman. Dugaan ini juga dikuatkan oleh warga sekitar yang menyaksikan langsung keberadaan beruang.
"Saya melihat beruang itu sekitar pukul 06.15 pagi dan langsung memberi tahu warga lain," kata Gindo Marajo, warga setempat.
Sementara itu, Alex, warga lainnya, menyebut beruang sempat melarikan diri ketika banyak orang mulai berkumpul di lokasi.
Ia menduga kehadiran satwa tersebut di tengah permukiman karena habitat aslinya mengalami kerusakan, termasuk akibat kebakaran hutan yang membuat sumber makanan di alam liar semakin berkurang.
"Bisa jadi karena hutannya terbakar, jadi dia turun ke kebun dan pemukiman untuk mencari makan," ujar Alex.
Beruang madu (Helarctos malayanus) termasuk satwa liar yang dilindungi di Indonesia. Gangguan terhadap habitat alami seperti deforestasi, kebakaran hutan, serta perubahan ekosistem menjadikan satwa ini semakin rentan memasuki wilayah pemukiman warga.
Oleh karena itu, berbagai pihak menyerukan pentingnya menjaga kelestarian hutan untuk mencegah konflik antara manusia dan satwa liar di masa depan. (fru)














