Sumbardaily.com, Padang – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) memperkuat layanan pelanggan, termasuk melalui sistem Lost and Found bagi penumpang yang kehilangan barang di stasiun maupun di dalam kereta.
Layanan ini menjadi bentuk komitmen KAI dalam memberikan pelayanan menyeluruh, tak hanya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga dalam menjaga keamanan barang bawaan pelanggan selama menggunakan jasa transportasi kereta api.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2024 pihaknya menangani sebanyak 13 kasus penemuan barang tertinggal dengan estimasi nilai mencapai Rp 36,65 juta.
Sementara itu, hingga akhir Juni 2025, tercatat 7 kasus serupa dengan nilai barang sekitar Rp 9,15 juta. Seluruh barang tersebut berhasil dikembalikan kepada pemilik yang sah.
"Barang yang tertinggal sangat beragam, mulai dari helm, dompet, perhiasan, hingga perangkat elektronik seperti ponsel. KAI berupaya keras memastikan seluruh barang temuan dapat dikembalikan kepada pemiliknya," ujar Reza.
Seluruh pelanggan diimbau agar lebih berhati-hati dan memperhatikan barang bawaannya, terutama saat akan turun dari kereta. Jika kehilangan terjadi, pelanggan dapat segera melapor ke petugas terdekat seperti kondektur, personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), atau menghubungi Contact Center 121.
Reza menjelaskan bahwa prosedur penanganan barang temuan dilakukan dengan sistematis. Setelah diumumkan melalui pengeras suara di stasiun, barang akan diamankan oleh petugas di pos pengamanan stasiun.
Selanjutnya, barang tersebut akan diberi label, didokumentasikan, dan dicatat dalam sistem Database Lost and Found KAI yang telah terintegrasi antarstasiun secara daring.
"Dengan sistem ini, pelanggan yang kehilangan barang bisa melaporkan dan melakukan pengecekan di seluruh stasiun KAI di Indonesia, tidak terbatas hanya di lokasi kejadian," ujar Reza.
Ia juga mengingatkan penumpang untuk tidak membawa barang melebihi batas wajar dan selalu mengecek kembali kursi serta bagasi sebelum turun dari kereta, guna meminimalkan risiko kehilangan.
"Harapan kami, momen libur panjang ini berjalan dengan aman, menyenangkan, dan semua pelanggan dapat kembali ke rumah dalam keadaan selamat beserta barang bawaan yang utuh," tutup Reza. (red)
















