Semen Padang FC Jelaskan Penyebab Pengurangan 1 Poin di Awal Musim

Sumbardaily.com – Semen Padang FC memberikan penjelasan resmi terkait sanksi pengurangan satu poin yang diterima pada awal musim kompetisi Pegadaian Championship Liga 2 2026/2027. Sanksi administratif tersebut berkaitan dengan perubahan stadion kandang atau homebase yang tidak sesuai dengan ketentuan administrasi dalam regulasi Club Licensing.

Manajemen Kabau Sirah menyampaikan penjelasan tersebut untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat mengenai latar belakang keputusan tersebut. Klub menegaskan bahwa persoalan ini berawal dari proses pendaftaran stadion kandang ketika Stadion Haji Agus Salim menjalani renovasi total.

General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menjelaskan bahwa renovasi Stadion Haji Agus Salim membuat stadion tersebut belum dapat didaftarkan sebagai tempat utama untuk menjalani pertandingan. Sementara itu, proses pemenuhan persyaratan lisensi klub harus diselesaikan dalam tenggat waktu yang terbatas.

Dalam situasi tersebut, manajemen Semen Padang FC pada musim 2025/2026 mengambil langkah alternatif dengan mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai stadion kandang. Pilihan itu dilakukan agar proses pemenuhan persyaratan lisensi klub dapat diselesaikan sesuai batas waktu yang telah ditentukan.

Namun, dinamika operasional klub pada musim kompetisi berikutnya mendorong manajemen melakukan penyesuaian. Langkah tersebut berkaitan dengan upaya efisiensi operasional serta pertimbangan terhadap beban finansial yang harus ditanggung tim selama menjalani kompetisi.

Sebagai tindak lanjut, manajemen Semen Padang FC mengajukan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator liga. Surat tersebut berisi permintaan untuk memindahkan lokasi stadion kandang dari yang sebelumnya tercantum dalam dokumen lisensi klub ke stadion lain.

“Namun, permohonan alih lokasi tersebut tidak dapat disetujui oleh operator liga,” kata Denny Shulton dalam keterangan resmi yang dikutip pada Sabtu (10/10/2026).

Tidak disetujuinya permohonan tersebut membuat manajemen harus mempertimbangkan langkah berikutnya. Setelah melalui berbagai pertimbangan, terutama untuk menentukan kondisi yang dinilai paling baik bagi perjuangan tim, Semen Padang FC akhirnya memilih Stadion Patriot sebagai kandang untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Keputusan menggunakan Stadion Patriot tersebut berkaitan langsung dengan ketentuan administrasi dalam regulasi Club Licensing. Berdasarkan aturan itu, setiap klub diwajibkan menggunakan stadion yang telah didaftarkan sejak awal melalui dokumen lisensi.

Dengan demikian, perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi pada periode sebelumnya berdampak pada penerapan sanksi administratif terhadap Semen Padang FC. Konsekuensi tersebut berupa pengurangan satu poin pada awal musim kompetisi ini.

“Langkah penyesuaian lokasi pertandingan dari yang tercantum pada dokumen lisensi periode lalu tersebut secara otomatis berdampak pada penerapan sanksi administratif berupa pengurangan 1 poin,” tambahnya.

Manajemen Semen Padang FC menyatakan menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari penerapan regulasi kompetisi. Sikap itu juga disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola liga, sekaligus bahan evaluasi bagi klub dalam mengelola persyaratan administratif pada masa mendatang.

Bagi Semen Padang FC, persoalan administrasi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan klub, terutama ketika terdapat perubahan kondisi stadion, kebutuhan operasional, serta pertimbangan finansial selama kompetisi berlangsung.

Meski harus menghadapi konsekuensi berupa pengurangan poin, manajemen memastikan perhatian tim saat ini diarahkan pada persiapan menghadapi pertandingan berikutnya. Seluruh elemen klub diharapkan dapat memusatkan perhatian pada upaya memperbaiki posisi tim melalui hasil maksimal di lapangan.

Denny Shulton menegaskan bahwa fokus Semen Padang FC saat ini adalah mengejar ketertinggalan poin akibat sanksi tersebut. Tim berupaya segera menutup defisit poin dan mengoptimalkan peluang meraih hasil positif dalam setiap pertandingan yang dijalani.

“Saat ini, fokus seluruh elemen tim tertuju sepenuhnya pada persiapan teknis di lapangan untuk segera menutup defisit poin dan meraih hasil maksimal di setiap pertandingan,” tutup Denny Shulton. (*)

Baca Juga

Teco Fokus Matangkan Taktik Semen Padang FC, Savio Jadi Andalan di Tengah
Teco Fokus Matangkan Taktik Semen Padang FC, Savio Jadi Andalan di Tengah
Semen Padang FC Satu Grup dengan PSPS di Piala Liga, Siap Balas Kekalahan di Liga 2
Semen Padang FC Satu Grup dengan PSPS di Piala Liga, Siap Balas Kekalahan di Liga 2
Braditi Moulevey: Hadapi Persikad Depok, Semen Padang FC Bidik Tiga Poin untuk Jaga Target Promosi
Braditi Moulevey: Hadapi Persikad Depok, Semen Padang FC Bidik Tiga Poin untuk Jaga Target Promosi
Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’
Usai Dipecat Semen Padang FC, Nil Maizar Unggah Pesan Menohok: ‘Kenali Peranmu’
Teco dan Tantangannya Bersama Semen Padang FC: Promosi ke Super League
Teco dan Tantangannya Bersama Semen Padang FC: Promosi ke Super League
Braditi Moulevey: Teco Resmi Latih Semen Padang FC, Pemain tak Boleh Larut dari Kekalahan
Braditi Moulevey: Teco Resmi Latih Semen Padang FC, Pemain tak Boleh Larut dari Kekalahan