Sumbardaily.com, Padang - Bantuan untuk korban terdampak kebakaran di Kota Padang mulai disalurkan. Sebanyak 13 kepala keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa kebakaran di Jalan Dahlia RT 02 RW 03, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, menerima Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT), Kamis (26/2/2026) siang.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada 6 Februari 2026 itu menghanguskan dua unit rumah serta lima unit kontrakan. Total tujuh bangunan terdampak, membuat belasan keluarga harus kehilangan tempat tinggal sekaligus harta benda mereka.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir. Bantuan tersebut menjadi bentuk respons cepat Pemerintah Kota (Pemko) Padang terhadap warga yang tertimpa musibah kebakaran.
Dalam kesempatan itu, Maigus menyampaikan empati dan dukungan moral kepada para korban terdampak kebakaran. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah hadir untuk memastikan masyarakat yang mengalami bencana tetap mendapatkan perhatian.
“Kami dari Pemko Padang turut berduka atas musibah ini. Semoga bapak dan ibu yang terdampak diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujarnya.
Menurut Maigus, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program unggulan (Progul) Padang Sigap dan Padang Melayani. Program itu dijalankan Pemko Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang, Fadly Amran bersama dirinya.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban untuk sementara waktu, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar pascakebakaran. Proses pemulihan dan perbaikan tempat tinggal, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap.
"Semoga bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar para korban untuk sementara waktu, sembari proses pemulihan dan perbaikan tempat tinggal dilakukan secara bertahap," katanya.
Bantuan bagi korban terdampak kebakaran ini menjadi langkah awal dalam upaya pemulihan pasca bencana di wilayah tersebut. Pemko Padang memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat yang mengalami musibah.
"Dengan adanya bantuan ini, diharapkan para korban kebakaran di Padang dapat segera bangkit dan melanjutkan aktivitas mereka secara bertahap, meski harus memulai kembali dari kondisi yang tidak mudah," imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, kebakaran melanda kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Dahlia, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (6/2/2026) siang.
Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah rumah, kontrakan, serta bangunan sekolah dasar, sehingga memaksa puluhan warga mengungsi.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat, api mengakibatkan kerusakan berat terhadap dua unit rumah, lima unit kontrakan, serta dua bangunan milik SDN 05 Surau Gadang.
"Bangunan sekolah yang terdampak meliputi satu ruang kelas 3C dan satu ruangan galeri hasil karya siswa," kata Kepala Dinas Damkar Kota Padang, Budi Payan.
Budi Payan mengatakan, informasi awal diperoleh dari seorang saksi bernama Hendro (46) yang melihat api telah membesar dari bagian belakang salah satu rumah.
“Saksi melihat api udah membesar dari bagian belakang rumah, lalu saksi menghubungi dinas pemadam kebakaran kota Padang,” ujarnya.
Kondisi lingkungan yang padat penduduk serta akses jalan yang sempit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Meski demikian, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas ke area yang lebih besar.
"Luas area yang terbakar mencapai sekitar 800 meter persegi. Sementara itu, potensi area yang dapat terdampak diperkirakan mencapai 1.500 meter persegi dengan jumlah bangunan yang berpotensi terdampak sebanyak 15 unit," katanya.
Kebakaran ini berdampak pada sedikitnya 15 jiwa. Sebanyak 20 orang terpaksa mengungsi akibat rumah dan kontrakan yang mereka tempati tidak dapat dihuni. Tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Kerugian materi akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar. Namun, upaya cepat petugas berhasil menyelamatkan aset dengan nilai taksiran sekitar Rp2 miliar.
Bangunan rumah dan kontrakan yang terbakar diketahui milik Rosmaini (75) dan Rika Permata Sari (34). Keduanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan merupakan warga setempat. (adl)
















